Logo Bloomberg Technoz

"Dengan meredanya ketegangan, kami perkirakan pemulihan akan berkelanjutan," kata Zhaopeng Xing, ahli strategi senior Australia & New Zealand Banking Group.

"Data menunjukkan tekanan pertumbuhan akan terbatas ke depannya dan fokus kebijakan akan beralih dari stimulus jangka pendek ke reformasi struktural jangka panjang pada paruh kedua."

Hasil survei swasta lebih optimis daripada data resmi yang dirilis kemarin, Senin (30/6/2025). Indikator ini menunjukkan produsen sedikit lebih optimis setelah gencatan senjata perang tarif dengan AS memperlancar aliran perdagangan, tetapi tetap di bawah angka 50.

Untuk saat ini, peningkatan aktivitas pabrik kemungkinan besar mengurangi kebutuhan mendesak akan stimulus kebijakan baru. Perekonomian diperkirakan akan tumbuh sekitar 5% pada kuartal kedua, sesuai dengan target pertumbuhan resmi Beijing.

Namun, tantangan pertumbuhan bisa muncul pada akhir tahun ini karena dorongan dari subsidi konsumen memudar dan efek dari peningkatan pesanan ekspor berkurang. Meski bank-bank global seperti Bank of America Corp dan Citigroup Inc menaikkan proyeksi mereka untuk 2025, sentimen secara keseluruhan tetap hati-hati.

Apa Kata Bloomberg Economics...

"Lonjakan Indeks Manufaktur Caixin China pada Juni mencerminkan dorongan dari gencatan senjata tarif AS-China, dengan komponen produksi dan pesanan baru kembali ke wilayah ekspansif. Namun, komponen tenaga kerja dan persediaan bahan baku relatif lemah. Hal ini menunjukkan produsen tetap khawatir akan ketidakpastian setelah gencatan senjata berakhir pada pertengahan Agustus, serupa dengan yang terlihat pada PMI resmi."

— David Qu.

"Momentum pertumbuhan domestik kemungkinan akan memudar, sedangkan ketegangan perdagangan mungkin akan kembali berkobar," kata Pantheon Macroeconomics dalam laporan pada Selasa. Mereka memperkirakan pemotongan suku bunga kebijakan sebesar 10 basis poin dan pengurangan rasio cadangan wajib bank sebesar 50 basis poin pada kuartal IV-2025.

Morgan Stanley memperkirakan Beijing akan mengumumkan paket fiskal tambahan yang "moderat" hingga 1 triliun yuan (US$140 miliar) pada akhir kuartal III atau awal kuartal IV, kemungkinan setelah melihat data ekonomi lebih lemah selama dua atau tiga bulan.

Tekanan Deflasi

Survei Caixin mencerminkan data resmi yang menunjukkan tekanan deflasi yang persisten. Produsen terus memangkas harga agar tetap kompetitif, dengan harga jual rata-rata turun dengan laju tercepat sejak Januari.

Kondisi tenaga kerja juga tetap lemah karena perusahaan memprioritaskan penghematan biaya. Subindeks tenaga kerja mengalami kontraksi untuk kesembilan kalinya dalam 10 bulan, dengan pemutusan hubungan kerja terparah dilaporkan di kalangan produsen barang konsumsi.

Hasil survei Caixin cenderung lebih kuat daripada survei resmi sepanjang tahun lalu karena ekspor tetap kuat. Kedua survei mencakup ukuran sampel, lokasi, dan jenis bisnis yang berbeda, di mana survei swasta fokus pada perusahaan kecil dan berorientasi ekspor.

(bbn)

No more pages