Logo Bloomberg Technoz

Jokowi Tak Perlu Khawatir Berlebihan soal Legacy, Ini Alasannya

Ezra Sihite
01 June 2023 00:05

Presiden Joko Widodo (Jokowi) Saat Peluncuran Logo Nusantara, Istana Negara, 30 Mei 2023. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Saat Peluncuran Logo Nusantara, Istana Negara, 30 Mei 2023. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal cawe-cawe politik demi bangsa dan negara tak lepas dari memastikan Indonesia pada jalurnya menuju negara maju. Hal itu sempat dijelaskan pula oleh Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Setpres Bey Machmudin. Kata dia, Presiden Jokowi ingin agar pemimpin nasional melanjutkan kebijakan strategis. Disebutkan ada program strategis yang diinginkan tetap dilanjutkan.

Diketahui sejumlah kebijakan Jokowi saat ini yang tengah menjadi fokus antara lain hilirisasi industri, transisi energi bersih dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Diketahui IKN merupakan salah satu program besar Jokowi yang sudah dimulai. Pemindahan ibu kota itu diharapkan bisa membuat wilayah baru yang menjadi pusat pemerintahan akan menjadi kondusif. 

Jokowi juga sempat mengumpulkan para ketua umum parpol koalisinya di Istana pada 2 Mei 2023 lalu. Namun Jokowi mengatakan, tak ada yang salah dengan hal tersebut karena dia tidak melanggar aturan. Jokowi mengakui dalam kesempatan itu juga dibahas banyak hal termasuk soal pemilu meski menolak dianggap cawe-cawe.

"Cawe-cawe apa? Bukan cawe-cawe, lah wong itu diskusi saja, kok cawe-cawe, diskusi. Saya tadi sudah sampaikan saya ini juga pejabat politik tapi bukan cawe-cawe. Urusan capres-cawapres itu urusannya partai atau gabungan partai, sudah bolak-balik saya sampaikan," kata Jokowi di Jakarta, Jumat (5/5/2023).