Risiko Fiskal RI: Pendapatan Stagnan, Belanja Makin Menjulang
Dovana Hasiana
25 June 2025 09:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lembaga riset ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) menyatakan terdapat tantangan untuk mencapai target fiskal pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam jangka menengah. Pasalnya, kecepatan peningkatan belanja berpotensi melampaui penerimaan negara hingga 2029.
Dalam laporan per Juni 2025, AMRO memperkirakan penerimaan negara hanya mencapai 12,8% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2029. Di sisi lain, belanja negara diproyeksi akan melonjak hingga 16% dari PDB pada tahun yang sama, seiring dengan perluasan program prioritas baru pemerintahan Prabowo.
Rinciannya, penerimaan negara diproyeksi stagnan pada level 12,7% dari PDB pada 2025-2027. Angka proyeksi tersebut turun 0,1 poin persentase dibanding dengan 12,8% dari PDB pada 2024. Namun, angkanya kembali mencapai 12,8% mulai 2028.
AMRO melandasi proyeksi penerimaan negara yang stagnan karena ketentuan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 12% yang hanya berlaku untuk barang dan jasa mewah, meski terdapat langkah-langkah reformasi pajak.
Di sisi lain, belanja negara diproyeksi naik menjadi 15,3% pada 2025-2026. Angka itu naik 0,2 poin persentase dibanding dengan 15,1% pada 2024. Kemudian, belanja diproyeksi naik menjadi 15,4% pada 2027; dan 15,6% pada 2028.


























