Di pasar offshore, gerak rupiah forward (NDF) terlihat menguat pagi ini di kisaran Rp16.367/US$ setelah kemarin ditutup melemah 0,17% menyentuh Rp16.385/US$.
Level rupiah offshore tersebut lebih kuat ketimbang posisi penutupan rupiah spot kemarin di Rp16.395/US$, memberi sinyal gerak rupiah hari ini berpeluang menguat didukung kejelasan dari sikap Trump soal Timur Tengah.
Sedangkan bursa saham Asia pagi ini juga sedikit membaik seperti ditunjukkan oleh Nikkei Jepang. Setelah kemarin ditutup turun lebih dari 1%, pagi ini bursa ekuitas di negeri sakura itu menguat 0,26%. Kospi Korea juga berada di zona hijau pagi ini.
Harga emas yang kerap menjadi aset aman dalam situasi turbulensi tinggi, pagi ini terpantau melemah 0,17% pada pukul 07:34 WIB setelah kemarin hanya naik tipis.
Presiden Trump akan memutuskan dalam waktu dua pekan apakah akan menyerang Iran di tengah konflik negara tersebut dengan Israel.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan dia menerima pesan yang didiktekan oleh Trump bahwa "berdasarkan fakta bahwa ada kemungkinan besar negosiasi yang mungkin terjadi atau tidak dengan Iran dalam waktu dekat, saya akan membuat keputusan apakah akan melakukannya atau tidak dalam dua minggu ke depan."
Trump telah merenungkan secara terbuka selama berhari-hari tentang peran AS untuk meningkatkan perannya bergabung dalam serangan Israel terhadap Iran.
Sikap terbarunya menandakan langkah mundur setelah serangkaian retorika keras, termasuk tuntutan bagi penduduk Teheran untuk mengungsi, dan kepergiannya lebih awal dari pertemuan puncak G-7 pekan ini di Kanada untuk kembali ke Washington.
Leavitt mengatakan pernyataan Trump merupakan respons terhadap spekulasi media tentang "situasi di Iran."
Dia menolak untuk menguraikan jadwalnya, termasuk tentang bagaimana dia memandang peluang keberhasilan pembicaraan lebih lanjut dengan Iran.
Pernyataan Trump itu melegakan pasar. Harga minyak mengurangi kenaikan setelah penjelasan Gedung Putih. Pagi ini, harga minyak melemah untuk jenis Brent dengan pelemahan 1,92%, sedangkan minyak mentah WTI juga melemah 0,72% meski setelah itu bangkit menguat 1,14% di level US$ 76 per barel, seperti dilansir dari Bloomberg.
Sebelumnya, laporan Bloomberg yang melansir sumber anonim pejabat senior AS menyebut, negara adikuasa itu tengah mempersiapkan kemungkinan menyerang Iran dalam beberapa hari ke depan.
Situasi masih terus berkembang dan dapat berubah, kata sumber-sumber tersebut, yang minta identitasnya dirahasiakan karena membahas pembicaraan tertutup.
Beberapa sumber merujuk pada rencana potensial untuk menyerang pada akhir pekan. Para pejabat tinggi di sejumlah lembaga federal juga sudah bersiap untuk melancarkan serangan.
Laporan itu sontak merontokkan harga aset-aset di pasar keuangan. Di Indonesia, rupiah menjebol Rp16.400/US$ sebelum akhirnya ditutup sedikit di bawahnya. Sedangkan IHSG yang sudah tertekan sejak Rabu lalu, makin ambles hingga turun lebih dari 2% dan ditutup di bawah level 7.000.
Di pasar surat utang negara, aksi jual juga membesar di mana yield SUN tenor 5 tahun naik hingga 3,6 bps, disusul tenor 10 tahun yang naik juga imbal hasilnya sebesar 2,1 bps serta tenor 30 tahun yang mencatat kenaikan yield 1,5 bps.
Analisis teknikal
Secara teknikal nilai rupiah berpotensi bangkit meski terbatas di kisaran sempit, mencermati sentimen global yang masih menghantui.
Rupiah berpotensi menguat hari ini menuju resistance terdekat pada level Rp16.360/US$ yang kemudian resistance potensial selanjutnya Rp16.310/US$ dan sampai dengan Rp16.300/US$ sebagai level paling optimis penguatan rupiah dalam tren jangka pendek, time frame daily.
Adapun nilai rupiah memiliki level support psikologis pada level Rp16.410/US$ dan Rp16.450/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengkonfirmasi laju support selanjutnya pada level Rp16.500/US$ dalam jangka pendek.
(rui)


























