“Sejauh ini serapannya masih minim karena baru berjalan empat bulan sejak RKAP disetujui,” kata Fina.
Adapun sumber pendanaan capex tahun ini akan berasal dari kombinasi kas operasional dan fasilitas perbankan. Namun, Fina menekankan bahwa prioritas utama tetap dari kas internal perusahaan.
“Tergantung kebutuhan nantinya, tapi kami utamakan dulu dari kas operasional,” ujarnya.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, alokasi capex tahun ini memang lebih kecil. Pada tahun buku 2024, Timah menganggarkan sekitar Rp700 miliar untuk belanja modal. Namun, realisasinya hanya mencapai Rp326 miliar.
Penurunan alokasi ini, menurut Fina, merupakan bentuk penyesuaian dari realisasi tahun lalu yang rendah akibat selektivitas investasi.
“Tahun lalu kami memang mengendalikan investasi karena kinerja keuangan sedang tertekan. Jadi kami lebih fokus pada investasi yang benar-benar produktif dan menjaga arus kas tetap sehat,” katanya.
(dhf)



























