Berikut daftar pemegang KKPRL yang terlambat atau belum menyampaikan laporan tahunan:
1. PT XL Axiata Tbk. - SKKL Batam-Sarawak Internet Cable System
2. PT Palapa Timur Telematika - SKKL Palapa Ring Timur
3. PT Mora Telematika Indonesia - SKKL Ende-Kupang
4. PT LEN Telekomunikasi Indonesia - SKKL Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Nasional Palapa Ring Paket Tengah
5. PT Palapa Ring Barat - SKKL Palapa Ring Barat
6. PT Mora Telematika Indonesia - SKKL Sape-Labuhan Bajo
7. PT Telekomunikasi Indonesia - SKKL Luwuk-Morowali-Kendari (SKKL LUMORI)
8. PT Telekomunikasi Indonesia - SKKL Gili-Lombok
9. PT Telekomunikasi Indonesia - SKKL Padang-Mentawai
10. PT Telekomunikasi Indonesia - SKKL BU2 (Eksisting) - Lewoleba
11. PT Telekomunikasi Indonesia - SKKL Gresik-Bawean
12. PT Telekomunikasi Indonesia International - Sistem Komunikasi Kabel Laut Singapore-Myanmar (Sigmar)
13. PT Telekomunikasi Indonesia - SKKL NTB-NTT
14. PT Telekomunikasi Indonesia - SKKL Bali-Lombok
15. PT XL Axiata Tbk. - SKKL Echo
16. PT Communication Cable Systems Indonesia - SKKL Jawa-Bali
17. PT NTT Indonesia - SKKL MIST
18. PT Optic Marine Indonesia - SKKL Bay To Bay Express
19. PT Optic Marine Indonesia - SKKL Asia Direct Cable
20. PT Telekomunikasi Indonesia - SKKL Inter Island Anambas Area (Jalur Jemaja-Tarempa-Matak)
21. PT Telekomunikasi Indonesia - SKKL Inter Island Anambas Area (Jalur Tanjungpinang-Galang)
22. PT Telekomunikasi Indonesia - SKKL IGG di Wilayah Pulau Pramuka
23. PT Telekomunikasi Indonesia - SKKL IGG, Matanusa, dan Tuas Extension
24. PT Communication Cable Systems Indonesia - SKKL Jawa-Bali
25. PT Supra Primatama Nusantara - SKKL Sungsang-Muntok
26. PT Supra Primatama Nusantara - SKKL Anyer-Kalianda
27. PT Seax Indonesia Pratama - SKKL SIP.
Bloomberg Technoz mencoba mengonfirmasi kepada salah satu perusahaan yang masuk dalam daftar, Telkom, namun belum merespons.
SKKL adalah sistem atau jaringan transmisi telekomunikasi menggunakan media kabel (serat optik). SKKL membentangkan di dalam lautan atau samudra untuk menghubungkan beberapa stasiun kabel di daratan.
Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital, SKKL berfungsi sebagai jaringan backbone penghubung antar pulau (domestik) maupun antar negara (internasional). "SKKL menyediakan komunikasi dengan bit rate tinggi, resisten terhadap gangguan gelombang radio atau noise, aman, serta memiliki kapasitas yang besar," tulis Komdigi dilansir Kamis.
(wep)





























