Grab dan GoTo telah mencapai kemajuan dalam menyusun struktur kesepakatan potensial, namun laju pembicaraan belakangan ini melambat karena kekhawatiran terhadap kemungkinan tuntutan regulasi, kata para sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena pembicaraan masih berlangsung.
Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan pada bulan Mei lalu bahwa mereka akan meninjau potensi risiko dan mendesak kedua perusahaan untuk memastikan kesepakatan tersebut tidak menciptakan monopoli.
Keterlibatan Danantara akan meningkatkan peluang kedua perusahaan untuk mendapatkan persetujuan dari pemerintah Indonesia, yang kemungkinan menjadi hambatan regulasi terbesar dalam kesepakatan ini. Namun, menurut para sumber, diskusi dengan Danantara masih dalam tahap awal dan belum tentu menghasilkan kesepakatan. Belum jelas juga apakah Danantara telah mengadakan pembicaraan langsung dengan Grab.
(spt)































