Tidak jelas seberapa serius ancaman Musk untuk menonaktifkan Dragon. SpaceX juga menggunakan wahana antariksa itu untuk misi komersial, terpisah dari misi yang dilakukannya untuk NASA.
Perusahaan itu telah menerbangkan enam misi astronot swasta di Dragon, baik untuk terbang bebas di orbit maupun mengunjungi Stasiun Luar Angkasa Internasional. Juga tidak jelas apakah Trump dapat begitu saja membatalkan kontrak federal.
SpaceX dijadwalkan meluncurkan misi astronot swasta lainnya di Dragon paling cepat pada 10 Juni, bermitra dengan Axiom Space, dengan mengirim empat warga sipil ke ISS.
NASA disebut akan terus melaksanakan visi Presiden dan bekerja sama dengan mitra industrinya, kata juru bicara agensi Bethany Stevens dalam sebuah unggahan di X.
Penghentian mendadak Dragon SpaceX akan membuat NASA terikat erat dengan program stasiun luar angkasanya. Pesawat antariksa itu adalah satu-satunya pilihan operasional AS untuk mengirim astronot ke stasiun luar angkasa, meskipun badan tersebut juga mengandalkan pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia untuk meluncurkan astronot NASA secara berkala.
Hal itu merupakan satu pilihan utama untuk menjaga stasiun luar angkasa tetap terisi dengan makanan dan perlengkapan.
NASA berpotensi memiliki pilihan selain AS untuk mengirim kru ke stasiun luar angkasa di Starliner Boeing. Namun, pesawat antariksa itu masih belum disertifikasi untuk membawa astronot, setelah mengalami uji terbang yang gagal pada 2024 yang membuat dua astronot berada di ISS selama berbulan-bulan lebih lama dari yang direncanakan.
Karena masalah mesin dengan Starliner, NASA menugaskan SpaceX untuk membawa pulang astronot dengan pesawat Dragon. SpaceX juga terikat kontrak dengan NASA untuk membuat kendaraan seperti Dragon yang akan bertanggung jawab untuk memandu ISS keluar dari orbit. Tidak jelas di mana rencana tersebut saat ini berada.
(bbn)































