Dengan asumsi tersebut, Timothy menurunkan proyeksi laba bersih MEDC sepanjang 2025 menjadi US$190 juta, dari proyeksi sebelumnya US$264 juta. Proyeksi terbaru ini juga turun 48,23% dibandingkan realisasi laba bersih tahun 2024 yang mencapai US$367 juta.
Sebelumnya, Ciptadana Sekuritas dan Indo Premier Sekuritas juga lebih dulu memangkas rekomendasi MEDC ke posisi hold, sekaligus menurunkan target harga masing-masing menjadi Rp1.170 dan Rp1.200 per saham.
Dalam riset Ciptadana ekuritas jelaskan, selain tekanan dari sisi operasional, analis menyoroti dampak negatif dari tren penurunan harga minyak global.
Harga minyak dunia tercatat turun 12% sejak awal tahun, berada di level US$65,6 per barel. Penurunan ini terjadi di tengah ketidakpastian global akibat kebijakan tarif baru dari mantan Presiden AS Donald Trump.
Sebagai dampaknya, Ciptadana merevisi proyeksi pendapatan MEDC menjadi US$2,21 miliar untuk tahun ini, turun dari estimasi sebelumnya sebesar US$2,35 miliar dan realisasi tahun lalu sebesar US$2,25 miliar. Laba bersih juga ikut dikoreksi menjadi US$315 juta dari proyeksi awal US$385 juta.
(dhf)


























