Logo Bloomberg Technoz

Sebagai catatan, Komdigi telah menyampaikan pemberitahuan resmi (notifikasi) kepada 23 (dua puluh tiga) PSE Privat yang teridentifikasi belum memenuhi kewajiban pendaftaran meskipun ditemukenali telah beroperasi dan menargetkan pasar Indonesia. Kemudian kepada 13 (tiga belas) PSE Privat yang belum memperbarui informasi pendaftaran.

"Bagi PSE Privat yang belum terdaftar namun termasuk dalam kategori wajib daftar dapat dikenakan sanksi administratif, termasuk pemutusan akses atau pemblokiran layanan (access blocking)," jelasnya. 

Berdasarkan hasil identifikasi kegiatan pengawasan rutin terhadap PSE Privat, berikut daftar PSE Privat yang telah diberikan notifikasi: 

Belum melakukan pendaftaran:

  1. Yamaha.com 
  2. Mncgroup.com
  3. Philips.com
  4. Ea.com 
  5. Hp.com 
  6. Indofood.com
  7. Mrdiy.com
  8. Bathandbodyworks.co.id
  9. unilever.com dan unilever.co.id
  10. Order.kfcku.co.id dan aplikasi KFCku
  11. Max.com dan aplikasi Max
  12. Ebay.com dan aplikasi eBay
  13. Asus.com dan aplikasi MyAsus
  14. Msi.com, id.msi.com dan aplikasi MyMSI
  15. Nike.com dan aplikasi Nike
  16. Xbox.com dan aplikasi Xbox
  17. Byd.com dan aplikasi BYD
  18. Emirates.com dan aplikasi Emirates
  19. Id.jbl.com dan jblstore.co.id
  20. Klm.com dan aplikasi KLM
  21. Cathaypacific.com dan aplikasi Cathay Pacific
  22. Dhl.com, dhlexpresscommerce.com, 21 mydhl.express.dhl, dan aplikasi DHL Express Mobile
  23. Lenovo.com dan aplikasi Lenovo. 

Belum melakukan pembaruan data:

  1. Lazada.com dan aplikasi Lazada
  2. Aplikasi McDonald's
  3. Zurich.com
  4. Ads.google.com 
  5. Play.google.com
  6. Traveloka.com dan aplikasi Traveloka
  7. Aplikasi MyJNE
  8. Apple.com
  9. Garmin.id
  10. Leagugeoflegends.com dan aplikasi-aplikasi dari Riot
  11. Epicgames.com
  12. Prudential.com
  13. Kai.id.

Meutya Resmikan Pusat Data JK6, Diklaim Standar Internasional

Komdigi juga meresmikan pusat data yang diklaim berstandar Internasional yakni  "JK6 Data Center". Berlokasi di Cibitung, Bekasi, pusat data ini memiliki kapasitas mencapai 36 megawatt dan digadang-gadang sebagai salah satu pusat data terbesar di Asia Tenggara.

Kehadiran JK6 tidak sekadar menjadi infrastruktur teknologi, tetapi juga menjadi tulang punggung pengelolaan data strategis nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, jelas Meutya, dan menyampaikna bahwa proyek ini dibangun selama  lebih dari 3 juta jam kerja oleh hampir 8 ribu tenaga kerja putra-putri Indonesia.

Lebih lanjut, Meutya menjelaskan pembangunan pusat data tersebut merupakan bagian integral dari strategi transformasi digital nasional yang tengah digencarkan pemerintah. 

"Ini menjadi bukti bahwa anak-anak bangsa mampu merancang dan membangun pusat data berstandar global serta mendorong lahirnya kompetensi nasional," tutur dia. Pusat data akan menjadi batasan server "yang berdiri megah ini ada semangat kolektif nasional yang bekerja di baliknya."

Mengutip data GSMA 2024, Meutya menyebut digitalisasi di sektor-sektor prioritas seperti energi dan pertanian berpotensi memberikan nilai tambah hingga Rp1.271 triliun pada 2029. Dalam ekosistem ini, pusat data berperan vital dalam menjamin efisiensi dan keamanan.

Pusat data merupakan simbol baru peradaban digital, tegas Meutya, melanjutkan semangat penguasaan dari kejayaan Nusantara masa lampau, seperti Sriwijaya dan Majapahit yang menguasai ilmu dan produksi. "Kendali atas ilmu pengetahuan dan proses hilirisasi produksi selalu menjadi fondasi kemajuan bangsa. Kini, pusat data menjadi simbol peradaban digital yang menempatkan data sebagai sumber nilai tambah baru," katanya.

Menurut laporan KPMG, konsumsi layanan pusat data global diperkirakan melonjak dua kali lipat dari 2023 ke 2030. Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat, mencatat kenaikan kapasitas sebesar 66% dalam dua tahun terakhir.

"Di kawasan Asia Pasifik, Indonesia termasuk negara dengan potensi tertinggi di dunia. Pertumbuhan kapasitas pusat data kita sebesar 66% adalah sinyal kuat bahwa pasar digital Indonesia berkembang pesat dan menjadi magnet global," pungkas Meutya.

(wep)

No more pages