Logo Bloomberg Technoz

Jeda Tarif AS, Impor RI dari China Malah Melonjak di April 2025

Dovana Hasiana
02 June 2025 17:10

Ilustrasi ekspor impor. (Bloomberg)
Ilustrasi ekspor impor. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adalah lonjakan volume impor dari China pada April 2025, di tengah penundaan tarif perdagangan Amerika Serikat (AS) selama 90 hari.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini melaporkan impor dari China naik 12,18% secara bulanan (month-to-month) pada April 2025 dibandingkan Maret 2025.

BPS tidak menjelaskan dengan lengkap ihwal nilai impor dari China pada April 2025. Namun, perlu diketahui, nilai impor nonmigas dari China adalah US$6,31 miliar pada Maret 2025.


"Impor dari China pada April 2025 naik 12,18% dibandingkan Maret 2025," ujar Pudji dalam konferensi pers, Senin (2/6/2025).

BPS memang mencatat China masih menjadi negara asal utama impor nonmigas Indonesia pada Januari-April 2025, dengan realisasinya US$25,77 miliar. Realisasi ini utamanya berasal dari tiga komoditas utama, mesin dan peralatan mekanis sebesar US$5,81 miliar; mesin dan perlengkapan elektrik US$5,37 miliar; dan kendaraan dan bagiannya US$1,41 miliar.