Logo Bloomberg Technoz

Lebih Baik Hapus UMA-FCA Ketimbang Perpanjang Jam Perdagangan

Recha Tiara Dermawan
27 May 2025 15:35

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wacana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memperpanjang jam perdagangan dari dua sesi menjadi tiga sesi menuai respons dari pelaku pasar.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, secara lugas menyebut langkah ini belum tentu efektif meningkatkan likuiditas pasar.

“Itu cuma bikin tambah capek aja, belum tentu transaksinya tambah,” ujarnya, Selasa (27/5/2025).


Alih-alih menambah jam perdagangan, menurut Liza, regulator sebaiknya meninjau ulang kebijakan yang justru membatasi pergerakan harga saham, seperti Unusual Market Activity (UMA) dan mekanisme Full Call Auction (FCA). 

Liza menilai, kebijakan tersebut berkontribusi pada menurunnya minat investor asing terhadap pasar modal Indonesia.