Taiwan akan Gelar Referendum untuk Aktifkan Lagi Reaktor Nuklir
News
26 May 2025 15:10

Sing Yee Ong dan Cindy Wang - Bloomberg News
Bloomberg, Taiwan akan menggelar referendum nasional pada 23 Agustus mendatang untuk memutuskan apakah reaktor nuklir yang baru saja ditutup minggu lalu akan diaktifkan kembali. Referendum ini berpotensi membuka jalan bagi perubahan arah kebijakan pemerintah yang selama ini anti-nuklir.
Komisi Pemilihan Umum Pusat Taiwan dalam pernyataan resminya pada Jumat (23/5/2025) malam menyampaikan bahwa pemungutan suara ini akan menentukan apakah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Maanshan—yang merupakan reaktor nuklir terakhir Taiwan yang dihentikan operasinya—boleh beroperasi kembali, selama tidak ada kekhawatiran soal keselamatan.
Referendum ini didorong oleh partai oposisi pro-nuklir yang menentang janji pemerintahan saat ini untuk sepenuhnya menghapus penggunaan energi nuklir pada tahun ini. Sebelumnya, pada 2021, referendum serupa telah digelar dan hasilnya memperkuat keputusan penutupan reaktor nuklir lainnya. Namun, kini muncul kekhawatiran yang meningkat di Taiwan mengenai lonjakan kebutuhan listrik dari sejumlah produsen cip terbesar dunia, serta persoalan keamanan energi jika terjadi blokade militer oleh China.
Awal bulan ini, parlemen Taiwan telah merevisi undang-undang terkait energi nuklir. Revisi tersebut memungkinkan pembangkit nuklir yang sebelumnya hanya diizinkan beroperasi selama 40 tahun, untuk memperpanjang atau memperbarui izin operasinya hingga 20 tahun tambahan setiap kali.






























