“Jadi itu dipilih oleh teman-teman Kadin Indonesia dan juga KIKT [Kadin Indonesia Komite Tiongkok] serta Kadin China karena kita lihat ini dampaknya bukan hanya besar, tetapi juga jangka panjang,” terangnya.
Anindya menambahkan sejauh ini Kadin Indonesia mempersiapkan maket atau prototipe SPPG Gotong Royong untuk dioperasikan sebelum 17 Agustus 2025. Maket tersebut akan dikembangkan oleh China Chamber of Commerce in Indonesia.
“Mereka akan menentukan berapa jumlah yang mereka ingin bangun. Tentu kalau pemerintah itu fokus 30.000 [SPPG]. Dari Kadin mencoba bertahap, tetapi targetnya kalau bisa 1.000 [SPPG]. Jadi dalam rangka tersebut lah dari China ingin berpartisipasi,” ujarnya.
Anindya Novyan Bakrie mengelaborasi rencana dukungan bantuan China untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto.
Rencana Lokasi
Anindya mengaku belum membahas soal lokasi SPPG yang akan didirikan China. Namun, dia memperkirakan China akan membangun di lokasi yang berdekatan dengan areal atau lokasi investasi mereka di Indonesia.
“Jadi kalau investasinya banyak di Halmahera Timur atau Sulawesi atau di Kalimantan, saya yakin akan menjadi fokus mereka dan itu masuk akal, karena dekat sekali dengan dapur mereka untuk karyawan,” sebutnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok Garibaldi ‘Boy’ Thohir membenarkan China telah sepakat untuk membantu program MBG.
Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Kadin Indonesia dengan China Chamber of Commerce in Indonesia pada hari ini, di sela kunjungan Perdana Menteri China Li Qiang ke Jakarta.
“Hari ini telah ditandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan China Chamber of Commerce in Indonesia, di mana kami akan mendukung program MBG gotong royong,” kata Boy.
Boy menambahkan kunjungan Li ke Indonesia kali ini sekaligus bertepatan dengan momentum peringatan 75 tahun hubungan Indonesia-China.
Adapun, lanjutnya, China telah berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama strategis di delapan sektor prioritas.
Sektor-sektor tersebut a.l. infrastruktur dan konektivitas, industri hilirisasi, manufaktur, energi terbarukan, digitalisasi, teknologi tinggi, kecerdasan buatan, kesehatan dan bioteknologi, pendidikan dan Iptek, serta ketahanan pangan termasuk sektor pertanian dan perikanan laut.
(wdh)




























