Kendati demikian, realisasi lifting gas ini relatif lebih tinggi dari capaian sepanjang 2024 sebesar 978,8 ribu barel setara minyak per hari.
Sri Mulyani menerangkan kinerja lifting migas sepanjang Januari sampai dengan Maret 2025 ditandai dengan tren pelemahan harga minyak mentah dunia.
“Dengan berbagai guncangan tarif dan terjadinya retaliasi yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia dan harga minyak melemah,” kata Sri Mulyani.
Adapun, Kemenkeu membeberkan realisasi harga minyak mentah berada di level US$65,3 per barel pada akhir April 2025, atau bergerak ke level US$71,9 per barel sejak awal tahun (year to date). Realisasi harga minyak itu jauh di bawah asumsi yang ditetapkan dalam APBN 2025 di level US$82 per barel.
“Kalau kita lihat harga minyak sangat dipengaruhi geopolitik dan outlook proyeksi global yang melemah,” kata dia.
Di sisi lain, Kemenkeu mencatat APBN April 2025 mencatatkan surplus mencapai Rp4,3 triliun. Angka ini setara dengan 0,02% terhadap PDB.
Dia menerangkan surplus terjadi karena pendapatan negara lebih cepat ketimbang belanja negara. Pada akhir April lalu total pendapatan negara mencapai Rp 810,5 triliun sementara total belanja negara Rp806,2 triliun.
Realisasi lifting yang masih di bawah target APBN 2025 itu belakangan mendorong SKK Migas untuk menjaga jadwal onstream sejumlah proyek strategis yang diharapkan dapat mengerek capaian lifting tahun ini.
Berdasarkan data SKK Migas, terdapat 15 proyek hulu migas non-PSN yang bakal onstream tahun ini. Adapun, 4 proyek telah onstream sampai paruh pertama 2025.
SKK Migas membeberkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) dari keseluruhan proyek itu mencapai US$832,7 juta atau sekitar Rp13,59 triliun (asumsi kurs Rp16.326 per dolar AS). Proyeksi nilai investasi itu melebar dari posisi sebelumnya di angka US$753,2 juta atau sekitar Rp12 triliun pada dokumen akhir 2024.
Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhendrajana mengatakan rencana onstream untuk 2 tahun mendatang bakal lebih banyak ketimbang tahun ini.
“Tentu saja kita akan punya lebih banyak proyek yang akan onstream dua tahun mendatang,” kata Taufan dalam sesi plenary The 49th IPA Convention and Exhibition di ICE BSD, Kamis (22/5/2025).
Adapun, 15 proyek strategis itu mencakup kapasitas total mencapai 73.335 barrel oil per day (BOPD) dan 896 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Keseluruhan kapasitas dari 15 proyek itu mencapai 233.389 barrel oil equivalent per day (BOEPD).
Taufan menargetkan 15 proyek onstream itu bisa mengerek produksi tahun ini mencapai 20.846 BOPD, dengan tambahan produksi gas mencapai 392 MMscfd. Tambahan kapasitas itu mencapai 90.810 BOEPD.
“Beberapa dari onstream ini sebenarnya untuk meningkatkan produksi, sekitar 20.000 barel per hari, jadi ini bagian dari upaya untuk meningkatkan produksi dari aset eksiting,” kata dia.
(naw)




























