Logo Bloomberg Technoz

RI Ingin Tekan Impor Bensin, tetapi Lifting Minyak Masih Jadi PR

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 January 2026 12:30

(Dok. PHE)
(Dok. PHE)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi menyarankan pemerintah untuk fokus meningkatkan produksi siap jual atau lifting minyak mentah Indonesia terlebih dahulu, alih-alih langsung berwacana menyetop impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin setara RON 92 ke atas.

Toh, Indonesia tetap harus mengimpor minyak mentah (crude oil) dan mengolahnya sendiri di kilang domestik. Belum lagi, kapasitas kilang Indonesia masih belum mencukupi untuk memenuhi pasokan BBM nonsubsidi.

Dalam kaitan itu, ekonom energi Center of Reform on Economics (Core) Muhammad Ishak Razak mengatakan pemerintah perlu mendorong produksi minyak domestik yang cenderung stagnan di kisaran 600.000 barel per hari (bph), sementara kebutuhan BBM nasional mencapai 1,6 juta bph.


“[Isu] yang paling krusial adalah bagaimana mendorong kenaikan produksi hulu minyak domestik melalui eksplorasi baru untuk kurangi impor crude. Ini yang akan signifikan menghemat devisa,” kata Ishak ketika dihubungi, Rabu (28/1/2026).

Di sisi lain, Ishak mengingatkan pemerintah bahwa kemampuan produksi kilang domestik masih terbatas. 

dok Kilang Pertamina Internasional