Logo Bloomberg Technoz

Menariknya, lini usaha ini akan dijalankan tanpa investasi tambahan karena PGEO memanfaatkan fasilitas laboratorium internal yang telah ada. 

Strategi ini dipandang sebagai bentuk efisiensi yang memungkinkan perseroan memperluas cakupan bisnis tanpa beban modal baru.

Selain jasa laboratorium, PGEO juga akan mulai memasarkan alat ukur fluida dua fasa bermerek Flow2Max, yang telah mengantongi paten di enam negara yaitu Indonesia, Selandia Baru, Filipina, Islandia, Turki, dan Amerika Serikat (AS). 

Flow2Max dikembangkan untuk memantau kinerja sumur panas bumi dengan presisi tinggi, dan diharapkan mampu bersaing di pasar internasional.

Kedua lini bisnis anyar ini ditargetkan mulai membukukan penjualan pada tahun 2026. PGEO memproyeksikan, kehadiran bisnis jasa laboratorium dan alat ukur tersebut akan mendongkrak pendapatan secara signifikan. 

Pada 2026, pendapatan diperkirakan naik sebesar 10,4–10,5% secara tahunan atau year on year (yoy), dan kembali tumbuh 5,4% pada tahun berikutnya.

“Pendapatan Perseroan dengan dilakukannya rencana ini diproyeksikan lebih tinggi, yaitu Rp10.929,60 miliar pada 2029, dengan rata-rata CAGR sebesar 12,7%,” terang PGEO.

Kendati demikian, seluruh rencana ekspansi ini masih menunggu persetujuan pemegang saham. PGEO dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 3 Juni 2025 mendatang guna meminta restu atas rencana kerja strategis tersebut.

(rtd/wdh)

No more pages