Mei secara mengejutkan menjadi bulan yang sangat kuat bagi S&P 500. Pasar telah tenang setelah berbulan-bulan bergejolak karena adanya harapan bahwa serangan tarif yang dilancarkan Trump tidak akan separah yang diperkirakan.
Namun, para investor masih mengamati grafik untuk mencari petunjuk apakah kenaikan S&P 500 bisa bertahan, di mana indeks mendekati level yang oleh beberapa teknisi dianggap sebagai tanda overheating.
"Tak diragukan lagi, momentum di pasar saham cukup kuat. Meski begitu, pasar jadi overbought dalam waktu dekat, sehingga bisa mengalami jeda kapan saja," kata Matt Maley dari Miller Tabak. "Namun, kecuali jeda itu berbalik arah secara serius, pengujian ulang level tertinggi sepanjang masa itu akan segera terjadi."
Imbal hasil Treasury jangka panjang naik karena negosiasi anggaran AS yang penuh perdebatan membuat fokus tetap tertuju pada pertumbuhan pengeluaran defisit, di mana para traders berspekulasi angkanya akan melonjak lebih jauh.
Presiden Donald Trump semakin frustrasi dengan tuntutan untuk secara signifikan meningkatkan batas pemotongan pajak negara bagian dan lokal, menurut pejabat senior pemerintahan, yang menandakan kebuntuan lantaran Partai Republik ingin segera meloloskan RUU pemotongan pajak besar-besaran.
Gubernur Fed Reserve Bank of St. Louis, Alberto Musalem mengatakan tarif kemungkinan besar akan membebani ekonomi AS dan melemahkan pasar tenaga kerja. Musalem mengatakan The Fed akan memberikan "respons yang seimbang" terhadap inflasi dan lapangan kerja selama pandangan warga Amerika terhadap harga-harga di masa depan tetap sesuai dengan target bank sentral sebesar 2%.
Protes pasar obligasi terhadap besarnya anggaran fiskal Washington masih jauh dari selesai, menurut Tim Magnusson dari Garda Capital Partners, yang mengatakan kenaikan imbal hasil yang cepat mungkin menjadi satu-satunya hal yang akan memotivasi Kongres untuk mengendalikan defisit.
"Pasar obligasi akan memiliki keputusan akhir mengenai apa yang terjadi secara fiskal," ujar Magnusson dalam wawancara di kantor perusahaan tersebut di New York. Para anggota parlemen "akan lebih banyak diuji—5% bukanlah batas akhir."
Di pasar komoditas lainnya, harga emas naik pada Selasa (20/5/2025) waktu setempat, sementara reli Bitcoin terhenti tepat di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada 20 Januari lalu saat Trump dilantik.
(bbn)





























