Ara menjelaskan, dari target 3 juta rumah tersebut, 2 juta unit rumah akan menjadi tanggung jawab Menteri PKP. Sedangkan 1 juta unit, direncanakan berasal dari investasi luar negeri yang menjadi tanggung jawab Wakil Menteri PKP.
"Ngga ada visi misi menteri, tapi hanya ada visi misi presiden. Saya prajurit dan semua jurus akan kami lakukan untuk mencapai 3 juta rumah. Saya siap di-reshuffle atau perombakan kabinet. Itu risiko dan konsekuensi jabatan menteri yang kinerjanya yang terukur dengan dana yang ada," tegasnya.
Diketahui, Ara mengungkap modal pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat, rencananya akan diambil sebagian dari dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank BUMN.
Ara mengatakan, dirinya telah berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto dan mengaku mendapatkan arahan bahwa Danantara akan turut men-support pembangunan rumah tersebut.
"Kami akan jajaki, kami juga akan mendalami satu-satu dengan perbankan dan dengan bank BUMN, juga dengan bank swasta," katanya saat ditemui di MidPlaza kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).
Dirinya mengungkap, dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo pada Kamis (8/5) lalu menyebutkan bahwa selain mengandalkan Danantara juga akan ditambahkan dengan investasi lainnya.
(ain)




























