Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto, menilai bahwa pelemahan daya beli menjadi faktor utama yang mendorong konsumen mengalihkan preferensinya ke produk dengan harga lebih bersahabat.
“Sebagian konsumen kini lebih memilih produk yang fungsional ketimbang yang berorientasi pada merek atau status, meski ini bukan semata karena keterbatasan finansial, tetapi juga karena kesadaran akan gaya hidup yang lebih rasional dan minimalis,” ujar Pandhu, dikutip Jumat (16/5/2025).
Setali tiga uang, Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus sudah melihat tren pergeseran tersebut sejak pandemi Covid-19.
Kemudian, tren semakin kentara belakangan ini, ketika kondisi perekonomian baik global maupun domestik kurang bersahabat.
“Masyarakat kini cenderung fokus pada kebutuhan pokok, meskipun keinginan untuk berbelanja tetap ada. Di tengah ketidakpastian ekonomi, penurunan konsumsi menjadi sorotan, dan ritel seperti RALS serta LPPF mampu menjawab kebutuhan tersebut dengan penawaran yang relevan,” kata Nico.
Wajah Baru Sektor Ritel
Pandhu memperkirakan, pergeseran daya beli masyarakat ke barang fashion yang lebih murah berpotensi menjadi transisi struktural jangka panjang dalam pola konsumsi.
Perubahan nilai hidup, preferensi terhadap efisiensi, dan orientasi pada pengalaman fungsional ketimbang simbol status dipandang akan membentuk wajah baru sektor ritel nasional.
Sementara, Nico mengatakan, pergeseran preferensi terhadap harga barang ritel seperti fashion tetap tergantung pada penghasilan masyarakat.
Bila upah dan lapangan kerja membaik, permintaan terhadap produk premium bisa kembali meningkat. "Namun, tetap saja, masyarakat menjadikan harga sebagai faktor utama."
Sehingga, hal yang bisa dilakukan para peritel adalah, meningkatkan efisiensi.
Itu yang dilakukan MAPI dengan optimalisasi kanal digital dan strategi distribusi online. Langkah ini dinilai dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus menurunkan biaya operasional seperti sewa toko, yang pada gilirannya bisa digunakan untuk menawarkan harga lebih bersaing.
(dhf)































