Tekanan jual di pasar surat utang berlangsung sejak kemarin. Bukan hanya di pasar sekunder, di pasar primer juga minat investor susut seperti terlihat dalam lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) kemarin yang sepi.
Lelang sukuk negara yang digelar oleh Kementerian Keuangan yang digelar kemarin mencatat penurunan minat investor, terindikasi dari nilai incoming bids yang turun hingga 16,4% menjadi sebesar Rp27,32 triliun.
Kementerian Keuangan akhirnya memutuskan memenangkan penawaran di angka Rp10 triliun, sesuai target indikatif tapi lebih kecil dibanding nilai penerbitan dalam lelang sukuk sebelumnya sebesar Rp12 triliun.
Namun, menurut analis pergeseran sentimen investasi ke saham dan meninggalkan surat utang, kemungkinan hanya sementara. Reli IHSG di atas 7.000 dalam jangka panjang diperkirakan sulit tercapai mengingat prospek pertumbuhan ekonomi RI tahun ini suram akibat perang dagang.
"Menurut kami pergeseran sentimen [ke pasar saham] cenderung sementara. Obligasi pemerintah dan korporasi masih akan jadi pilihan utama investasi tahun ini," kata kata tim analis Mega Capital Sekuritas di antaranya Lionel Priyadi dan Muhammad Haikal dalam catatannya.
Setelah capaian pertumbuhan terendah sejak kuartal III-2021 di awal tahun, yakni hanya 4,87%, pertumbuhan ekonomi RI akan makin lesu di sisa tahun, terutama karena mesin utama pendorong PDB yakni konsumsi domestik kehilangan daya dorong musiman seiring berakhirnya Idulfitri.
"Pertumbuhan ekonomi RI tahun ini kemungkinan akan turun di bawah 5%, di mana hal itu tidak memungkinkan untuk mendukung reli IHSG di atas 7.000 dalam jangka waktu lama," kata Lionel.
Laju PDB Hanya 4,5%
Perang dagang yang mulai mendingin tensinya usai tercapai kesepakatan antara Tiongkok dan AS akhir pekan lalu, dinilai tak serta merta membuat ancaman terhadap kelesuan pertumbuhan ekonomi global hilang begitu saja.
Bagi Indonesia yang sampai saat ini belum mencapai kesepakatan baru dengan AS, hingga masih dikenakan tarif resiprokal sebesar 32%, justru dipaksa menghadapi risiko baru kalahnya daya saing dari produk Tiongkok yang kini dikenakan tarif lebih rendah yaitu 'hanya' 30% dari tadinya sebesar 145% oleh AS.
Apabila negara-negara pesaing Indonesia di pasar global berhasil mendapatkan tarif lebih rendah, maka itu akan jadi kabar lebih buruk lagi.
Dampak perang dagang pada PDB tahun ini, diperkirakan cukup besar di tengah konsumsi domestik yang sudah memasuki tren pelemahan hingga belum mampu bangkit ke level prapandemi.
"Kami perkirakan PDB tahun ini hanya akan tumbuh 4,5% dengan defisit neraca berjalan melebar hingga di kisaran 0,8% dari PDB," kata Lionel.
Angka prediksi itu lebih rendah dibanding hasil survei Bloomberg yang dirilis awal bulan ini.
Perekonomian Indonesia pada tahun 2025 ini diperkirakan akan tumbuh melambat di angka 4,80%, menurut hasil survei terbaru yang dihelat oleh Bloomberg terhadap 33 ekonom pada akhir April.
Perekonomian Indonesia yang mencatat pertumbuhan 4,87% pada kuartal pertama tahun ini, diperkirakan akan mencatat laju 4,80% pada kuartal II. Angka proyeksi itu lebih rendah ketimbang prediksi para ekonom sebelumnya sebesar 5%.
Laju Produk Domestik Bruto di angka 4,80% diprediksi bertahan hingga dua kuartal berikutnya sehingga membawa total capaian pertumbuhan ekonomi tahun ini tak lebih dari angka 4,80%.
Para ekonom juga memperkirakan, Indonesia menghadapi potensi resesi dalam 12 bulan ke depan dengan probabilitas mencapai 10%, menurut 7 responden.
Besar probabilitas itu menjadi yang tertinggi sejak terakhir kali mencapai angka tersebut pada survei Juni 2024 lalu.
"Bagi Indonesia, dampak pengenaan tarif Trump mungkin tidak akan sekuat efek yang dirasakan oleh negara lain, di mana diperkirakan menggerus 0,6% dari PDB. Namun, dampak spillover masih menjadi risiko pelemahan ekonomi. Tambahan ketidakpastian berdampak buruk bagi kepercayaan investor, meningkatkan risiko arus keluar modal lebih lanjut dan volatilitas pasar keuangan," kata Ahmad Mobeen, Senior Economist dari S&P Global Market Intelligence, dilansir dari Bloomberg News.
(rui/aji)





























