Logo Bloomberg Technoz

Pasar Indonesia Berpesta: Saham Diserbu, Surat Utang Kurang Laku

Redaksi
15 May 2025 09:34

Layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg
Layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025). (Dimas Aridan/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menembus level 7.000 pada perdagangan hari ini, Kamis (15/5/2025), melanjutkan reli sejak awal perdagangan pekan ini, seiring arus masuk modal asing yang mulai kembali agresif berbelanja hingga mencetak nilai net buy hampir Rp3 triliun kemarin.

Pada opening bell pagi ini, IHSG dibuka menguat 0,33% dan makin melesat hingga penguatannya mendekati 1% pada 15 menit pertama perdagangan, menyentuh 7.045.

Pada saat yang sama, arus jual melanda pasar surat utang. Pemantauan data realtime Bloomberg, semua tenor SUN pagi ini mencatat kenaikan imbal hasil. Yield yang naik mengindikasikan penurunan harga akibat permintaan jual meningkat.


Tekanan yang melanda pasar surat utang domestik ketika saham melanjutkan reli mencerminkan sentimen risk-on yang menguat di mana pemilik modal menarik dana dari instrumen fixed income yang lebih rendah risikonya, kembali masuk ke instrumen saham yang lebih agresif.

Pemodal berani masuk lagi ke instrumen agresif seiring dengan kelegaan akan terjadinya gencatan tarif selama 90 hari antara dua seteru utama yakni Tiongkok dan Amerika Serikat.