Logo Bloomberg Technoz

Kemudian alasan ketiga, dia menekankan bisa melakukan negoisasi dan memproduksi lebih cepat melalui Bio Farma di Indonesia.

“Karena setiap tahun kan yang kena TBC itu 1 juta orang di Indonesia. Ini yang harus kita produksi vaksinnya minimal 10 kali lipatnya lah supaya bisa memastikan orang-orang kita nggak kena dan 100 ribu orang Indonesia yang meninggal setiap tahunnya bisa kita minimalkan,”.

Dia meyakinkan kembali bahwa adanya vaksin M72 dari Bill Gates ini memiliki efektivitas menekan angka penyakit TBC di Indonesia, tentunya optimis ini dia contohkan seperti kejadian Pandemi Covid-19 di era tahun 2020 yang juga berhasil diatasi karena memiliki vaksin.

“TBC itu sekarang adalah penyakit menular pembunuh nomor 1 di Indonesia. Lebih dari 100 ribu orang meninggal setiap tahun. Ini lebih banyak dari Covid-19 kalau di jumlah dalam 5 tahun terakhir. Tidak ada vaksinnya karena ini kejadian di negara miskin. Jadi negara maju enggak mau bikin,”ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa selain Indonesia, Gates Foundation telah membiayai negara-negara vaksin TBC yang baru, terutama untuk Amerika Latin, Asia. Selain itu, Budi menyebut optimisme vaksin tersebut bisa diluncurkan pada akhir 2028.

“Dia bikin vaksin itu sekarang sudah ada dan sedang clinical trial level 3. Teman-teman ingat kan? Dulu ada clinical trial level 1, level 2, level 3 dan yang terakhir. Itu dilakukan di 7 negara, salah satunya di Indonesia, vaksinnya sudah ada. Itu dicobakan di 7 negara ini untuk melihat efeksi sama keamanannya. Jadi safety sama efekasinya. Diharapkan nanti di akhir 2028 itu bisa keluar,” tutupnya.

(ain)

No more pages