Ekonomi RI Melambat ke 4,89%, Pemerintah Bakal Guyur Insentif?
Dovana Hasiana
05 May 2025 21:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan melihat apakah bakal kembali menggelontorkan insentif pada kuartal II-2025, khususnya setelah pertumbuhan konsumsi rumah tangga melambat menjadi 4,89% secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada kuartal I-2025.
Airlangga mengatakan pemerintah melihat beberapa sektor masih tumbuh baik pada awal tahun, seperti industri makanan dan minuman dan pertanian. Meski demikian, tak bisa dipungkiri sektor perhotelan mengalami kontraksi.
"[Insentif] kuartal II-2025 nanti kita lihat, kita melihat kan berbagai sektor juga masih tumbuh baik, mamin [makanan-minuman] baik, tetapi sektor perhotelan turun. Sektor pertanian juga naiknya tinggi di atas 10%," ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Senin (5/5/2025).
Sekadar catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri makanan dan minuman tumbuh 6,04% (yoy); pertanian tumbuh 10,52% (yoy); tetapi lapangan usaha akomodasi kontraksi 0,48% pada kuartal I-2025.
Menurut Airlangga, pertumbuhan konsumsi awal tahun yang melambat, meski ada paket insentif, terjadi karena salah satu insentif berupa diskon tarif listrik berakhir pada Februari 2025. Insentif tersebut meningkatkan inflasi dan menyebabkan daya beli tertahan.
Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2025, Airlangga mengatakan, pemerintah bakal mengandalkan beberapa program seperti bantuan sosial hingga program makan bergizi gratis (MBG). Harapannya, penerima MBG akan meningkat sehingga efek pengganda makin dirasakan. Adapun, jumlah penerima manfaat Program MBG sebanyak 3,265 juta orang hingga 29 April 2025.
Airlangga mengatakan pemerintah optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan bisa mencapai 5% pada 2025.
"Iya selalu kita optimistis karena kita masih lihat kan dalam 90 hari ke depan," ujarnya.
BPS mengungkapkan komponen konsumsi rumah tangga tercatat sebesar 4,89% (yoy) pada kuartal I-2025. Angka ini merupakan level terendah sejak kuartal IV-2023.
Konsumsi rumah tangga merupakan komponen pengeluaran yang merupakan sumber pertumbuhan ekonomi berdasarkan produk domestik bruto (PDB).
Pada kuartal IV-2023, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,47% (yoy). Setelah periode tersebut, konsumsi rumah tangga Indonesia selalu berada dalam rentang di atas 4,9% di setiap kuartal pada 2024.
Sebagai gambaran, pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga adalah 4,91% (yoy) pada kuartal I-2024; 4,93% (yoy) pada kuartal II-2024; 4,91% (yoy) pada kuartal III-2024; dan 4,98% (yoy) pada kuartal IV-2024.































