Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, kesehatan dan pendidikan tumbuh melambat menjadi 3,66% (yoy) pada kuartal I-2025 dibandingkan dengan 3,69% (yoy) pada kuartal I-2024. Selanjutnya, transportasi dan komunikasi tumbuh melambat jadi 6,18% (yoy) pada kuartal I-2025 dibandingkan dengan 6,41% (yoy) pada kuartal I-2024. Pertumbuhan restoran dan hotel juga melambat jadi 6,06% (yoy) pada kuartal I-2025 dibandingkan dengan 6,43% (yoy) pada kuartal I-2024.

Di sisi lain, pertumbuhan pakaian, alas kaki dan jasa perawatannya meningkat menjadi 3,48% (yoy) pada kuartal I-2025 dibandingkan dengan 1,73% (yoy) pada kuartal I-2024. Selanjutnya, pertumbuhan perumahan dan perlengkapan rumah tangga meningkat menjadi 5,38% (yoy) pada kuartal I-2025 dibandingkan dengan 4,98% (yoy) pada kuartal I-2024.

Terakhir, pertumbuhan lainnya naik menjadi 3,76% (yoy) pada kuartal I-2025 dibandingkan dengan 2,77% (yoy) pada kuartal I-2024.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pengeluaran konsumsi rumah tangga pernah mengalami kontraksi dalam yakni -5,52% (yoy) pada kuartal II-2020.

Namun, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 diklaim lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal I tanpa Pemilihan Umum (Pemilu), salah satunya 4,53% (yoy) pada kuartal I-2023.

"Pada kuartal I-2024, pertumbuhan ekonomi [4,91%] relatif lebih baik dari sebelumnya. Konsumsi masyarakat digenjot karena aktivitas Pemilu dan Ramadan. [Kuartal I-2025] kembali ke kondisi tanpa Pemilu, kuartal I-2025 lebih bagus dari kuartal I tahun sebelumnya tanpa Pemilu," ujar Amalia dalam konferensi pers, Senin (5/5/2025).

(lav)

No more pages