Dalam ajang pameran otomotif kelas atas di Shanghai pekan lalu, BYD memamerkan sejumlah mobil konsep mewah, termasuk jajaran SUV dan mobil sport baru.
Saham BYD telah melonjak hampir 40 persen sejak awal tahun. Perusahaan juga terhindar dari risiko tarif karena tidak menjual mobil penumpang ke pasar Amerika Serikat.
Xpeng, Xiaomi
Beberapa produsen mobil listrik China lainnya juga mencatat hasil positif sepanjang April, sebagian besar mendekati rekor tertinggi mereka.
Xpeng Inc yang berbasis di Guangzhou membukukan pengiriman sebanyak 35.045 unit, naik 273 persen secara tahunan dan menjadi bulan terbaik kedua dalam sejarah perusahaan. Li Auto Inc juga mencatat kenaikan penjualan sebesar 32 persen dengan hampir 34.000 unit terjual. Sementara itu, Nio Inc berhasil menjual 23.900 unit, juga menjadi bulan terbaik kedua bagi mereka.
Namun, Xiaomi Corp mengalami penurunan penjualan sebesar 3,4 persen dibanding Maret, dengan total lebih dari 28.000 unit terjual. Penurunan ini diyakini lebih disebabkan oleh keterbatasan kapasitas produksi, bukan melemahnya permintaan, meskipun perusahaan sempat diterpa kabar kecelakaan fatal yang melibatkan sedan listrik SU7 miliknya pada akhir Maret lalu dan menewaskan tiga orang.
Meski begitu, permintaan terhadap mobil listrik Xiaomi tetap tinggi. Menurut laporan Securities Times yang mengutip seorang tenaga penjual di pabrik Xiaomi Beijing, konsumen harus menunggu hingga 45 minggu untuk mendapatkan versi Basic dan Pro dari SU7.
Di sisi lain, Geely Automotive Holdings Ltd mencatat lonjakan penjualan sebesar 53 persen pada April dengan total 234.112 unit. Namun, merek EV premium miliknya, Zeekr, justru mengalami penurunan penjualan tahunan sebesar 15 persen. Zeekr, yang dikenal dengan mobil listrik performa tinggi, kini menghadapi persaingan ketat dari merek seperti Xiaomi dan lainnya yang masuk ke segmen kendaraan serupa.
(bbn)






























