Logo Bloomberg Technoz

Kinerja NPI tersebut didukung penuh oleh berlanjutnya surplus transaksi berjalan (Current Account) dan bersamaan oleh surplusnya transaksi modal dan finansial.

Tercatat, transaksi berjalan Indonesia membukukan surplus mencapai US$3miliar, atau setara dengan 0,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB), melanjutkan pencapaian surplus pada kuartal IV-2022 sebesar US$4,2 miliar, setara dengan 1,3% dari PDB. Dengan demikian, surplus transaksi berjalan telah terjadi selama 6 kuartal berturut-turut.

Sumber: BI

Adapun transaksi modal dan finansial pada kuartal I-23 mencatatkan surplus US$3,4 miliar yang setara dengan 1% dari PDB, naik signifikan positif dibandingkan dengan pencapaian surplus US$0,3 miliar pada kuartal IV-2022, di mana kala itu hanya 0,1% dari PDB.

Tim Research Phillip Sekuritas Indonesia memaparkan, bergeser ke regional Asia, perhitungan awal (Flash) data au Jibun Bank Manufacturing PMI Jepang naik ke level 50,8 pada Mei, tertinggi dalam 8 bulan dari perhitungan akhir (Final) 49,5 pada April. Ini adalah ekspansi pertama di sektor manufaktur sejak Oktober 2022.

“Sementara itu, perhitungan awal (Flash) data au Jibun Bank Services PMI Jepang naik ke level tertinggi dalam sejarah, 56,3 pada Mei dari perhitungan akhir (Final) 55,4 pada bulan sebelumnya. Ini menandakan pertumbuhan selama 9 bulan beruntun bagi sektor Jasa (Services),” jelasnya.

Dengan demikian, perhitungan awal (Final) data au Jibun Bank Composite PMI Jepang naik ke level 54,9 pada Mei dari perhitungan akhir bulan April, 52,9.

Adapun sentimen selanjutnya, dari Korea Selatan, Indeks Gabungan Sentimen Konsumen (Composite Consumer Sentiment Index/CCSI) berada pada level 98 pada Mei, naik dari level sebelumnya 95,1 pada bulan sebelumnya. Ini merupakan pencapaian angka level tertinggi sejak Mei 2022 seiring dengan membaiknya kondisi konsumen akibat penurunan ekspektasi inflasi.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan, IHSG kembali ditutup menguat, dan masih didominasi oleh munculnya volume pembelian.

“Selama IHSG masih mampu bergerak di atas 6.656 sebagai supportnya, maka pergerakan IHSG diperkirakan sedang berada di awal wave [iii] dari wave C, namun tidak menutup kemungkinan IHSG akan terkoreksi terlebih dahulu dalam jangka pendek untuk menguji rentang area 6.705 - 6.730,” papar Herditya, dikutip dari riset yang diterbitkan pada Rabu (24/5/2023).

Herditya juga memberikan perhatian, apabila IHSG menembus area supportnya, maka akan membawa IHSG ke rentang 6.612 - 6.622 untuk membentuk wave c dari wave (y) dari wave [ii] berwarna merah.

Bersamaan dengan risetnya, Herditya merekomendasikan saham-saham berikut, ASSA, BBCA, ELSA, dan INDF.

Analis CGS-CIMB Sekuritas memaparkan, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup menguat. Dengan investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp686 miliar di reguler market.

Melihat hal tersebut, CGS-CIMB memperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways cenderung menguat pada hari ini, dengan resistance 6.750 - 6.770 dan support 6.723 - 6.700 Dengan saham rekomendasinya ialah BUMI, ACES, MEDC, AMRT, TBIG, dan ESSA.

(fad)

No more pages