Logo Bloomberg Technoz

Puasa-Lebaran Berlalu, Seperti Ini Prediksi Inflasi April

Hidayat Setiaji
30 April 2025 11:36

Pembeli berbelanja di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (7/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pembeli berbelanja di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (7/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada Jumat (2/5/2025), Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data inflasi Indonesia periode April. Pasar memperkirakan laju inflasi melambat secara bulanan, tetapi ada akselerasi secara tahunan.

Hingga Rabu (30/4/2025) siang, konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 13 institusi memperkirakan inflasi April sebesar 0,96% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Jika terwujud, maka terjadi perlambatan signifikan dibandingkan Maret di mana inflasi mencapai 1,65% mtm.

Pada Maret, inflasi tinggi disebabkan oleh faktor musiman. Pertama, Ramadan tahun ini jatuh sepenuhnya sepanjang Maret. 


Ramadan adalah puncak konsumsi masyarakat. Kenaikan harga lumrah terjadi saat Ramadan karena tingginya permintaan.

Faktor kedua yang juga signifikan adalah tidak adanya lagi diskon tarif listrik. Sebagai catatan, pemerintah memberikan diskon tarif listrik hanya pada 2 bulan pertama 2025, dan pada Maret tarif sudah kembali normal.