Logo Bloomberg Technoz

Ia juga menanggapi langsung klaim Trump yang menyebut Uni Eropa dibentuk untuk “menipu” Amerika. Menurut Villeroy, blok tersebut didirikan untuk membawa perdamaian, demokrasi, dan ekonomi pasar yang berkelanjutan bagi Eropa pasca-perang.

“Itu adalah tiga nilai inti Amerika, dan Uni Eropa secara sah berdiri dengan dukungan dari Amerika Serikat,” tegasnya.

Pernyataan Villeroy muncul hanya beberapa jam setelah Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun ini dan tahun depan, serta memperingatkan bahwa situasi bisa memburuk jika terjadi perang dagang skala penuh.

Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden ECB Christine Lagarde juga mendesak pemerintah negara-negara Uni Eropa untuk menurunkan hambatan perdagangan internal guna memperkuat ketahanan ekonomi kawasan terhadap guncangan eksternal.

Ketidakpastian terkait arah kebijakan dagang Trump datang di saat yang tidak ideal bagi ekonomi zona euro, yang beranggotakan 20 negara. Aktivitas manufaktur dan konsumsi rumah tangga baru saja menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berbulan-bulan lesu. Namun kini, pemulihan tersebut terancam akibat meningkatnya ketidakpastian.

"Maju Bersama"

Villeroy juga menegaskan pentingnya meluruskan kembali pemahaman publik tentang ekonomi.

“Perdagangan internasional bukan permainan zero-sum, di mana keuntungan satu negara otomatis menjadi kerugian negara lain,” ujarnya. “Sebaliknya, perdagangan adalah cara paling efektif untuk maju bersama dengan saling menukar barang dan jasa, ide, talenta, dan inovasi.”

Ia juga mengingatkan bahwa surplus AS dalam sektor jasa dengan Eropa telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, ia menegaskan bahwa pajak pertambahan nilai (PPN) bukanlah bea masuk seperti yang selama ini disampaikan pemerintahan Trump.

Villeroy menambahkan bahwa ECB memproyeksikan inflasi akan kembali ke level 2% tahun ini tanpa harus mengalami resesi, dan ia berharap negosiasi dagang antara AS dan Eropa dapat membuahkan hasil positif.

Meski demikian, ia menegaskan pentingnya bagi Eropa untuk memperluas kerja sama dagang dengan negara lain serta memperkuat daya saing melalui investasi yang lebih baik dan inovasi yang lebih cepat.

Masih ada ruang, menurut Villeroy, untuk “multilateralisme pragmatis” antara AS dan Eropa, khususnya dalam isu-isu seperti stabilitas keuangan, pembayaran lintas batas, aset kripto, keamanan siber, pemberantasan kejahatan keuangan, serta pencegahan dampak ekstrem perubahan iklim.

Ia juga menyerukan perlindungan terhadap lembaga-lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia, serta mempertahankan peran para pembuat kebijakan ekonomi dari serangan politik.

“Serangan terhadap independensi dan kredibilitas bank sentral, seperti yang baru-baru ini terjadi, dapat berdampak sangat buruk terhadap sektor keuangan,” kata Villeroy.

Trump sendiri telah berulang kali melontarkan kritik terhadap Gubernur bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, karena enggan menurunkan suku bunga. Namun pada Selasa, Trump mengatakan bahwa ia tidak berniat memecat Powell. Ia juga telah memerintahkan evaluasi keanggotaan AS dalam berbagai lembaga multilateral dengan tenggat hingga Agustus.

(bbn)

No more pages