Jumlah Pekerja Migran Turun 8,8%, Pengaduan Malah Naik 2x Lipat
Merinda Faradianti
21 April 2025 19:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat terjadi penurunan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebesar 8,85% secara tahunan pada Februari 2025, yakni menjadi 23.373 orang, dibanding Februari 2024 yang mencapai 25.643 orang.
"Penempatan didominasi PMI yang bekerja pada pemberi kerja perseorangan, dan mengalami penurunan 1,13% dari bulan sebelumnya," kata Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding dalam Kegiatan Edukasi Keuangan Para Pekerja Migran sekaligus Perayaan Hari Kartini, Senin (21/4/2025).
Karding mengungkap, penempatan PMI tersebar di berbagai negara, seperti Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Singapura, dan Jepang yang menjadi negara tujuan utama dengan jabatan paling umum housemaid atau pembantu rumah tangga, caregiver atau perawat/pengasuh, dan plantation worker atau pekerja kebun. Kemudian, daerah di Indonesia yang menyumbang PMI terbanyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Di sisi lain, untuk pengaduan PMI, pihaknya mencatat 182 kasus pada Februari 2025. Angka itu meningkat 124,69% dibanding Februari tahun sebelumnya. Pengaduan paling banyak berasal dari Malaysia, Saudi Arabia, dan Myanmar dengan cara pengaduan langsung menjadi metode pelaporan utama," jelasnya.
Karding melanjutkan, jumlah pekerja migran Indonesia didominasi oleh perempuan. Mereka menjadi salah satu pihak yang membantu perekoomian daerah dan nasional, baik dari sisi pertumbuhan maupun pengurangan kemiskinan.































