Namun, pasar obligasi tidak terlalu terkesan dengan pendanaan tambahan ini, dengan imbal hasil obligasi pemerintah Korea bertenor 10 tahun turun sekitar 3 basis poin, sejalan dengan pergerakan imbal hasil Treasury AS semalam.
Belum jelas apakah partai-partai yang bersaing akan mencapai kesepakatan mengenai paket stimulus ini, mengingat mereka tengah mempersiapkan pemilihan presiden pada 3 Juni mendatang.
Pengumuman ini dilakukan saat Korsel bersiap mengirim negosiator ke AS untuk mencari pengurangan tarif 25% yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump. Tarif tersebut merupakan salah satu yang tertinggi yang dikenakan kepada sekutu keamanan AS sebelum sementara diturunkan menjadi tarif dasar 10% selama 90 hari.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa pembicaraan dengan Korsel akan berlangsung minggu depan dan negosiasi perdagangan dengan mitra utama "berjalan cepat."
"Biasanya, pihak pertama yang membuat kesepakatan mendapatkan kesepakatan terbaik," ujar Bessent dalam wawancara dengan Bloomberg Television pada Senin (14/04/2025).
Korsel dan Jepang, sekutu utama AS di Asia, termasuk di antara negara-negara pertama yang duduk bersama untuk negosiasi tarif dengan AS, yang dapat menjadi acuan bagi negara lain di seluruh dunia yang mencari keringanan dari kampanye tarif Trump yang luas.
Seorang pejabat perdagangan senior Korsel mengatakan awal bulan ini bahwa pemerintah sedang meninjau beberapa paket untuk diajukan kepada pemerintahan Trump dalam upaya mengurangi surplus perdagangannya dengan AS. Setelah panggilan telepon pertamanya dengan Presiden sementara Han Duck-soo minggu lalu, Trump mengatakan bahwa mereka membahas defisit perdagangan AS, kerja sama dalam pembangunan kapal, proyek pipa Alaska, dan pembagian biaya pertahanan.
Korsel adalah salah satu negara yang paling rentan terhadap kebijakan proteksionis karena ekonominya sangat bergantung pada pendapatan dari luar negeri. Surplus perdagangan Korsel dengan AS melonjak sekitar 25% pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sekitar US$55,7 miliar, menjadi sorotan bagi Trump.
Bessent mengatakan bahwa mungkin tidak akan ada "dokumen" perdagangan yang sebenarnya pada akhir periode penangguhan tarif selama 90 hari, tetapi mungkin ada "kesepakatan prinsip" yang memungkinkan AS dan negara mitra untuk melangkah maju.
(bbn)






























