RI Borong LPG AS demi Hindari Tarif, Langkah Tokcer atau Blunder?
Mis Fransiska Dewi
10 April 2025 13:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah diminta menimbang ulang wacana realokasi impor gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) ke Amerika Serikat (AS) di tengah upaya menghindari dampak negatif tarif resiprokal yang diterapkan Presiden Donald Trump.
Menurut Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal, pemerintah harus memprioritaskan kepentingan nasional alih-alih kepentingan negara lain dalam mengambil sebuah kebijakan strategis.
Dia pun mengkhawatirkan persoalan realokasi impor LPG ke AS justru akan menjadi bumerang bagi sektor migas Indonesia pada masa yang akan datang.
Moshe mencontohkan sejumlah permasalahan kerap terjadi dalam sektor migas seperti impor gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), impor minyak mentah atau crue, hingga bahan bakar minyak (BBM).
“Kenapa? Karena Indonesia sendiri adalah produsen. Jangan sampai masalah ini [realokasi impor LPG] nanti beberapa tahun ke depan itu akan timbul lagi. Kita jadi impor dari suatu negara lebih mahal daripada negara lain dan justifikasinya kurang tepat,” kata Moshe saat dihubungi, Kamis (10/4/2025).































