Logo Bloomberg Technoz

“Kecukupan stok beras yang ada di Bulog itulah yang menopang stabilitas pasokan dan harga pangan, sebab dengan stok yang ada dan cukup, dapat dilakukan berbagai intervensi stabilisasi pangan seperti penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan beras. Impact-nya bisa kita lihat bahwa inflasi terjaga hingga hari ini,” kata Arief.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),  tingkat inflasi beras pada Maret 2025 berada di tren yang cukup positif, yakni di angka 0,55%. Sementara itu, inflasi beras pada Februari 2025 berada di 0,26%.

Di sisi lain, proyeksi produksi beras secara bulanan menempatkan puncak panen raya pada Maret 2025 dengan raihan 5,57 juta ton. Bulan selanjutnya diestimasikan oleh BPS akan mulai menurun, yaitu 4,95 juta ton.

Lalu, pada Mei diestimasikan kembali turun menjadi sebanyak 2,92 juta ton. Untuk itu, penyerapan Bulog di April ini diharapkan semakin intensif dan progresif.

Baru Serap 190 Ribu Ton

Awal Maret, Bulog tercatat baru menyerap sebanyak sekitar 190.000 ton gabah setara beras sejak Januari hingga saat ini. Seperti diketahui, sebelumnya dari total target penyerapan hingga 3 juta ton pada April tahun ini.

Direktur Utama Bulog  Novi Helmi Prasetya mengatakan angka ini akan terus bertambah seiring dengan penyerapan yang terus berlangsung saat ini.

"Sampai saat ini, sudah ada sekitar 190.000 ton," ujar Novi dalam rapat dengan pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (3/3/2025).

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VI Fraksi Demokrat Herman Khaeron pesimistis Bulog akan memenuhi target tersebut. Herman menilai hal itu dikarenakan perusahaan pelat merah yang membidangi pangan tersebut hanyalah sebatas wacana.

"Bulog itu lebih banyak omon-omon saja. Bohong [kalau bisa capai target penyerapan] 3 juta. Buktikan, kalau terbukti dan berhasil, saya push up 10 kali," kata Herman.

(ibn/wdh)

No more pages