“Namun [level penurunan] masih sejalan dengan yang terjadi di negara-negara lain, karena itu kita tidak perlu ada yang panik dan berlebihan dalam menyikapi hal ini. ini biasa dalam dinamika [pasar saham],” tegas Luhut ditemui dalam Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Jakarta.
Sejalan dengan hal tersebut, Luhut lebih lanjut menyatakan bahwa keputusan cepat yang harus dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto guna menyelamatkan pasar saham adalah hal yang tepat.
"Saya sampaikan kepada beliau ini memang keputusan yang harus dibuat, dan kami bangga juga keputusan itu bisa dibuat cepat dalam kondisi seperti ini. Nasdaq [AS] juga turun hampir 2.000 poin sejak diumumkannya [penerapan] tarif 2 April [oleh Trump]. ini saya kira penting, untuk kita refleksi," terangnya.
Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dalam paparan menyinggung pergerakan IHSG sejak Selasa siang mulai menunjukkan tren pemulihan, di tengah gejolak ekonomi global dan ketidakpastian pasar keuangan internasional. "Indikator pasar keuangan memang masih fluktuatif. IHSG [juga] masih negatif, namun sudah dalam tren positif," ungkap Airlangga.
Airlangga mengklaim nilai tukar rupiah yang relatif stabil meski menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS. Ia juga menyinggung praktik yang dilakukan oleh Amerika yang menuding sejumlah negara melakukan manipulasi nilai tukar (currency manipulator), dan kerap dijadikan dalih untuk menerapkan hambatan non-tarif.
"Nilai tukar rupiah relatif stabil meski ada pelemahan, tetapi dibandingkan negara lain seperti Jepang, kita masih lebih baik," klaimnya. Mengacu data realtime Bloomberg, rupiah dibuka melemah tajam 1,72% di level Rp16.845/US$, Selasa (8/4/2025), menjadi mata uang Asia dengan pelemahan terdalam pagi ini.
Beijing diketahui akan memberlakukan tarif sebesar 34% atas semua produk impor dari AS mulai 10 April, dikutip dari Xinhua. Otoritas China juga menyatakan akan memulai investigasi terhadap impor tabung X-ray medis CT dari AS dan India, serta menghentikan impor produk unggas dari dua perusahaan asal Amerika.
Dengan alasan menjaga kedaulatan, keamanan Beijing menekankan akan terus mengambil "langkah tegas", dikutip dari Bloomberg News. Pihak berwenang di Beijing mengumumkan beberapa langkah lain, termasuk segera membatasi ekspor tujuh jenis tanah jarang.
Guna melindungi perekonomian nasional dari dampak tarif Trump, pemerintahan Xi Jinping juga membuka ruang untuk melonggarkan biaya pinjaman dan aturan pencadangan perbankan jika diperlukan.
Langkah-langkah China mengikuti langkah Trump untuk meningkatkan tarif pada mitra dagang global dengan memperkenalkan bea masuk AS paling tinggi dalam satu abad, yang memberikan pukulan bagi pasar global.
Tak tinggal diam, Trump mengancam jika aksi balasan China resmi diberlakukan Amerika bakal menambah bobot tarif sekitar 50%. "Jika China tidak membatalkan kenaikan 34% atas pelanggaran perdagangan jangka panjang mereka paling lambat besok, 8 April 2025, Amerika Serikat akan memberlakukan tarif tambahan pada China sebesar 50%, berlaku efektif 9 April," tulis Trump di media sosial.
-Dengan asistensi Pramesti Regita Cindy dan Whery Enggo Prayogi.
(red/wep)




























