Logo Bloomberg Technoz

Selain tarif impor mobil, Trump juga menyatakan akan menerapkan tarif khusus terhadap industri kayu dan semikonduktor di kemudian hari, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Sebelumnya, ia kembali mengancam akan memberlakukan tarif pada obat-obatan farmasi, yang menurutnya akan diterapkan “dalam waktu dekat.”

Di luar itu, Trump juga mengumumkan melalui media sosial bahwa AS akan mengenakan tarif 25% terhadap negara-negara yang membeli minyak dari Venezuela, mulai 2 April.

Serangkaian kebijakan tarif ini mencerminkan pendekatan perdagangan Trump yang kerap berubah-ubah, sehingga memicu kebingungan di kalangan investor dan pemerintah asing.

Indeks dolar Bloomberg sempat menghapus kenaikan yang tercatat pada Senin sore setelah Trump mengisyaratkan adanya tambahan tarif sektor tertentu dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, peso Meksiko menguat ke level tertinggi hari itu setelah Trump mengindikasikan kemungkinan adanya pengecualian tarif bagi “banyak negara.”

Trump menyebut pengumuman pada 2 April sebagai “Hari Pembebasan,” yang menandai dimulainya kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis sebagai bentuk balasan terhadap mitra dagang yang selama ini ia tuduh “menipu” AS. Meskipun kebijakan ini memperluas cakupan tarif, sumber yang mengetahui diskusi internal menyebutkan bahwa paket tarif yang akan diberlakukan pekan depan akan lebih terarah dan selektif.

Negara-negara yang berpotensi terkena dampak tarif AS kini bergegas mengatur pertemuan dengan pejabat administrasi Trump untuk menawarkan konsesi dan langkah-langkah perlindungan guna mendapatkan pengecualian dari kebijakan tarif resiprokal tersebut.

Kepala perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, dijadwalkan bertemu dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick serta Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer pada Selasa (26/3). Sementara itu, pemerintah India berencana mengajukan permohonan pengecualian tarif dalam pertemuan bilateral dengan delegasi AS yang tiba di New Delhi pada hari yang sama.

(bbn)

No more pages