“Untuk tembaga, smelter Freeport kami harapkan bisa pulih Juni dan ramp up sampai full operasi akhir 2025. Untuk bisa mendukung kegiatan operasi, Freeport juga mengembangkan PLTG di Papua dan ini juga sedang dalam pengerjaan. Diharapkan akhir tahun ini bisa selesai,” kata Dilo.
Di lini batu bara, Dilo menyebut PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) akan meningkatkan kapasitas pengangkutannya melalui pembaruan train loading system, termasuk cohandling facilities terhadap angkutan batu bara Tanjung Enim—Kramasan.
“Ini kami harapkan menambah kapasitas [pengangkutan batu bara Bukit Asam] menjadi 20 juta ton,” tuturnya.
Dari komoditas bauksit, Dilo memaparkan proyek PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akan melakukan ekspansi produksi aluminium dari kapasitas 275.000 ton per tahun menuju 300.000 ton per tahun. “Setelah itu kemudian naik lagi, bertambah sekitar 600.000 ton.”
Terhadap pengembangan proyek-proyek hilirisasi sektor tambang pada 2025 tersebut, MIND ID mengatakan kebutuhan capex untuk selurh grup terkonsolidasi mencapai sekitar Rp19,9 triliun.
“Namun, hilirisasi tiap komoditas itu memang ada tantangan terkait dengan ketersediaan energi, apalagi sekarang kami membutuhkan sumber energi baru terbarukan. Ini juga sangat sulit kita dapatkan,” terang Dilo.
Direktur Keuangan MIND ID Akhmad Fazri melaporkan pendapatan grup sebelum diaudit pada 2024 mencapai Rp145 triliun, tumbuh 15,6% secara anual.
Pada Tahun Buku 2022, 2023, 2024 MIND ID mencatatkan setoran pajak serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sejumlah Rp66,48 triliun, sedangkan setoran royalti pada 2024 mencapai Rp12,73 triliun.
“Secara umum, kontribusi MIND ID kepada negara meningkat. Setoran dividen ke kas negara mencapai Rp11,2 triliun pada 2024 dan Rp7,5 triliun pada 2023. Secara total, penyetoran dividen Tahun Buku 2023 mencapai Rp18,6 triliun ke kas negara,” ujar Akhmad.
(wdh)






























