Logo Bloomberg Technoz

Jepang dan beberapa mitra dagang utama AS telah mengirim pejabatnya ke Washington untuk mencari solusi guna menghindari dampak langsung dari kebijakan tarif Trump. Menteri Perdagangan Jepang, Yoji Muto, telah menyelesaikan pembicaraannya dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, awal pekan ini, tetapi gagal mendapatkan pengecualian dari kebijakan tersebut.

"Kami tidak akan memberikan komentar atas setiap pernyataan yang dibuat oleh pejabat AS. Namun, kami akan terus berkomunikasi dengan rekan-rekan kami di AS," kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi, dalam konferensi pers pada Rabu (12/03/2025) ketika ditanya mengenai pernyataan Leavitt.

Saat ini, Jepang tidak mengenakan tarif atas beras yang diimpor melalui mekanisme perdagangan yang dikelola negara. Namun, jumlah impor melalui mekanisme tersebut dibatasi hingga 770 ribu ton. Untuk impor yang dilakukan melalui jalur perdagangan swasta, Jepang menerapkan bea masuk sebesar ¥341 per kilogram.

Menurut data Kementerian Keuangan Jepang, negara itu mengimpor 675 ribu ton beras melalui mekanisme pemerintah dan 773 ton melalui perdagangan swasta pada tahun fiskal 2022.

Angka tarif 700% yang dikutip Leavitt bukanlah angka resmi yang dirilis pemerintah Jepang, menurut seorang pejabat Kementerian Pertanian Jepang kepada Bloomberg. Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak merilis tarif dalam bentuk persentase.

Sebuah dokumen pemerintah tahun 2015 menyebutkan bahwa tarif untuk impor beras di luar kuota mencapai 778%, berdasarkan harga beras pada periode 1999–2001.

Kenichi Kawasaki, profesor di National Graduate Institute for Policy Studies yang telah meneliti kebijakan tarif Jepang, menyebutkan bahwa tarif yang dikenakan Jepang terhadap beras impor dari AS berada di kisaran 204%.

(bbn)

No more pages