Logo Bloomberg Technoz

Ketakutan Resesi, Investor Serbu US Treasury Kala Saham Ambles

Redaksi
11 March 2025 07:15

Pasar saham Wall Street Amerika Serikat. (Bloomberg)
Pasar saham Wall Street Amerika Serikat. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kejatuhan harga saham-saham di Wall Street memicu 'pelarian' modal ke surat utang Amerika Serikat (AS), US Treasury, yang saat ini diperlakukan sebagai aset aman alias safe haven asset.

Para pemilik modal memborong surat utang terutama tenor pendek, mengisyaratkan adanya kekhawatiran bahwa perekonomian terbesar di dunia yakni AS berisiko terjegal pertumbuhannya sejurus dengan akrobat 'kekacauan' kebijakan tarif yang dipertontonkan oleh Presiden AS Donald Trump, serta pemangkasan tenaga kerja federal yang dicemaskan akan mengganggu pertumbuhan.

Harga US Treasury (UST), surat utang AS, melesat terutama untuk tenor pendek, terindikasi dari penurunan tingkat imbal hasil yang dalam.


Mengacu Bloomberg, pada penutupan pasar dini hari tadi di New York, yield UST-2Y terpangkas 11,6 basis poin ke bawah 4%, tepatnya di 3,883%. Itu menjadi level imbal hasil tenor pendek terendah sejak awal Oktober 2024 silam.

Penurunan double digit juga dicatat oleh tenor 3Y dan 5Y yang kini masing-masing di posisi 3,891% dan 3,967%. Adapun tenor 7Y, yield-nya terpangkas 10,7 basis poin ke level 4,091%. Untuk Treasury seri acuan 10Y, imbal hasilnya turun hingga 8,8 basis poin menjadi 4,213%.