"Investor mungkin tidak memperkirakan akan ada perkembangan seluas itu di Jerman sehingga mereka perlu untuk merekonstruksi pandangan ke depan," kata Masayuki Koguchi, Executive Chief Fund Manager di Mitsubishi UFJ Asset Management, dilansir dari Bloomberg.
Lonjakan yield Bund sangat kuat ketika penjualan obligasi Amerika, Treasury, "Jadi ada rasa kehati-hatian dalam lelang obligasi Jepang tenor 30 tahun hari ini," katanya.
Bukan hanya obligasi Jepang yang terimbas gejolak di Jerman. Surat utang pemerintah Selandia Baru dan Australia juga ikut melesat imbal hasilnya hingga 10 basis poin pagi ini.
Di sisi lain, pada perdagangan Treasury, surat utang AS, kemarin, imbal hasil obligasi pemerintah AS juga naik menyentuh 4,28% untuk tenor 10 tahun. Tenor 30 tahun juga naik 3,4 basis poin.
Kenaikan imbal hasil Treasury juga terdorong oleh keputusan Presiden AS Donald Trump memberikan kelonggaran kepada industri otomotif di Amerika Utara dari tarif impor 25%.
Perkembangan di pasar AS itu mempersempit selisih imbal hasil investasi Amerika dengan Indonesia menjadi 258,3 basis poin dari sebesar 262,5 basis poin sebelumnya.
"Sehingga, ada potensi yield 10Y SUN kembali bergerak flattish pada rentang 6,85%-6,90%. Sementara itu, yield 10Y INDON berpotensi sideways di rentang 5,15%-5,20%," kata tim analis Mega Capital Sekuritas dalam catatannya pagi ini.
(rui)


























