Logo Bloomberg Technoz

Pertemuan di Ruang Oval "tidak berjalan sebagaimana mestinya," kata Zelenskiy. "Sangat disesalkan terjadi seperti ini. Sudah saatnya memperbaiki keadaan. Kami ingin kerja sama dan komunikasi di masa mendatang bersifat konstruktif."

Perintah penghentian sementara dari Trump berlaku untuk semua peralatan militer AS yang saat ini tidak berada di Ukraina, termasuk senjata yang sedang dalam perjalanan di pesawat dan kapal atau menunggu di area transit di Polandia.

Meski jumlah senjata yang terkena dampak belum diketahui secara pasti, Trump mewarisi wewenang dari mantan Presiden Joe Biden untuk mengirimkan senjata senilai US$3,85 miliar dari gudang-gudang senjata AS.

"Tim saya dan saya siap bekerja di bawah kepemimpinan kuat Presiden Trump untuk mencapai perdamaian yang langgeng," kata Zelenskiy. Ia juga menegaskan negaranya siap menandatangani kesepakatan sumber daya alam dengan AS.

Meski begitu ia kembali mengisyaratkan ingin ada jaminan keamanan sebagai imbalannya — desakan yang membuat Trump dan Wakil Presiden JD Vance marah, tapi dianggap penting oleh Ukraina agar kesepakatan perdamaian bertahan lama.

"Mengenai kesepakatan mineral dan keamanan, Ukraina siap menandatanganinya kapan saja dan dalam format apa pun yang sesuai," kata Zelenskiy. "Kami melihat perjanjian ini sebagai langkah menuju keamanan yang lebih besar dan jaminan keamanan yang solid, dan saya sangat berharap ini akan berjalan efektif."

Perjanjian tersebut tidak ditandatangani pada Jumat lalu menyusul pertikaian di Ruang Oval yang menandai krisis paling serius antara Ukraina dan pendukung militer terbesarnya sejak invasi Rusia pada Februari 2022.

Dalam unggahannya di media sosial, Zelenskiy menyarankan garis besar kesepakatan gencatan senjata awal.

"Tahap pertama bisa berupa pembebasan tahanan dan gencatan senjata di udara — pelarangan rudal, pesawat nirawak jarak jauh, bom pada energi dan infrastruktur sipil lainnya — serta gencatan senjata segera di laut, jika Rusia melakukan hal yang sama," ujarnya.

Tim dari Kyiv dan Washington bekerja sepanjang waktu selama hampir dua pekan untuk menyetujui kesepakatan mineral yang akan memberi AS kendali atas separuh pendapatan negara yang dilanda perang itu dari ekstraksi sumber daya di masa depan.

Tim Zelenskiy awalnya menolak rancangan perjanjian, yang menyerahkan 50% pendapatan dari ekstraksi sumber daya di masa mendatang — termasuk mineral, minyak, gas, serta infrastruktur terkait dengan sumber daya tersebut karena tidak ada jaminan keamanan.

Teks terakhir, yang dilihat Bloomberg, masih belum mencantumkan jaminan tersebut, tetapi disebutkan "kemitraan yang langgeng" melalui hubungan ekonomi. AS membatalkan permintaan awal agar Kyiv berkomitmen membayar US$500 miliar dari ekstraksi sumber daya sebagai bentuk kompensasi atas bantuan AS.

Perjanjian ini merupakan inti dari dorongan diplomatik Trump demi memenuhi janjinya untuk segera mengakhiri konflik. Sekutu-sekutu NATO terkejut oleh pendekatan Trump ke Moskow dan perubahan mendadak dari Kyiv, termasuk Presiden AS yang menyebut Zelenskiy sebagai "diktator" dan mengadopsi poin-poin pembicaraan Kremlin agar Ukraina mengadakan Pemilu di masa perang.

(bbn)

No more pages