Lutnick menambahkan bahwa tarif kemungkinan besar akan berlaku "di tengah-tengah," di mana Trump "bergerak bersama Kanada dan Meksiko, tetapi tidak sepenuhnya."
Lutnick menepis anggapan bahwa tarif akan sepenuhnya dicabut, dan sebaliknya menunjuk pada pakta perdagangan AS-Meksiko-Kanada yang dinegosiasikan selama masa jabatan pertama Trump.
"Jika Anda hidup di bawah aturan tersebut, maka presiden mempertimbangkan untuk memberi Anda keringanan," kata Lutnick. "Jika Anda belum hidup di bawah aturan tersebut, maka Anda harus membayar tarif."
Komentar Lutnick menandai sinyal publik pertama dari tim Trump sejak bea masuk diberlakukan bahwa Trump mungkin ragu-ragu dengan keputusannya memasang berbagai tarif baru AS yang terbesar dalam hampir satu abad.
Trump sebelumnya memberikan sedikit indikasi bahwa ia bersedia mempertimbangkan pengecualian untuk impor tertentu dari Meksiko dan Kanada. Dia menilai pembalasan tarif dari Perdana Menteri Justin Trudeau akan menyebabkan tarif resiprokal AS "meningkat dengan jumlah yang sama," dan mengejek pemimpin Kanada itu sebagai "gubernur."
Saham anjlok secara global menyusul pengumuman pemerintah. Dari New York hingga London dan Tokyo, saham anjlok — di mana S&P 500 turun 1,2% pada hari itu, kembali ke level sebelum Pemilu.
Saham-saham otomotif dan bank melonjak pada perdagangan pascapasar setelah Lutnick berkomentar, serta harga minyak mentah Kanada menguat.
Partai Demokrat dan Republik di Capitol Hill, termasuk beberapa sekutu Trump yang diandalkan, mendesak presiden mempertimbangkan kembali rencananya. Mereka mengatakan tarif tersebut bisa meningkatkan biaya bagi konsumen AS dan merugikan sektor-sektor vital, seperti pertanian dan otomotif. Kanada dan Meksiko juga mengumumkan rencana mengenakan tarif balasan atas impor AS.
"Saya berharap tarif pada Kanada dan Meksiko tidak akan berlaku dalam jangka panjang," kata Senator Partai Republik dari Texas, Ted Cruz kepada wartawan pada Selasa. "Saya harap tarif ini akan menjadi insentif seperti yang dikatakan Presiden Trump. Sebagai konsekuensinya, presiden akan mencabut tarif tersebut."
Trump sebelumnya menunda tarif Kanada dan Meksiko selama sebulan sebelum mengizinkannya untuk diterapkan. Dia mengatakan "tidak ada ruang tersisa" bagi kedua negara untuk menunda bea masuk, seperti yang mereka lakukan pada Februari.
Perusahaan-perusahaan otomotif akan memperoleh keuntungan dari potensi kompromi tarif. Produsen mobil Detroit telah berusaha meyakinkan Trump untuk membebaskan mereka dari pungutan, dengan alasan bahwa kendaraan yang dibuat di Amerika Utara mematuhi persyaratan kandungan suku cadang berdasarkan perjanjian AS-Meksiko-Kanada, artinya harus dibebaskan dari bea masuk baru.
Para eksekutif dan pelobi otomotif AS telah mengkritik prospek pengenaan pajak impor dari Kanada dan Meksiko sebagai hukuman yang tidak adil bagi produsen mobil dalam negeri, di mana rantai pasokan dan pabriknya terkonsentrasi di Amerika Utara.
Menurut Anderson Economic Group, harga mobil bakal melonjak hingga US$12.000 karena pemberlakuan tarif tersebut.
(bbn)





























