Hal ini membuat sekutu-sekutu Eropa berlomba-lomba membuat rencana untuk menyediakan senjata bagi Ukraina, juga mengirim pasukan penjaga perdamaian untuk mencapai kesepakatan. Namun, Eropa tak punya banyak senjata dan kemampuan lain seperti AS. Para pejabat sekutu mengatakan pasokan senjata mungkin hanya akan bertahan hingga musim panas.
Seberapa besar bantuan yang terpengaruh oleh perintah Trump belum jelas.
Trump mulai menjabat dengan sisa dana sebesar US$3,85 miliar dari pemerintahan sebelumnya yang disebut sebagai otoritas penarikan dana dari inventaris AS. Masih belum jelas apakah pemerintahan Trump benar-benar akan menggunakan dana tersebut untuk Ukraina, terutama mengingat persediaan senjata AS semakin menipis dan perlu diisi ulang.
Langkah ini tidak sekadar membiarkan dana tersebut berakhir, tetapi juga mengancam bantuan yang sudah dikirim atau dipenuhi. Ini termasuk pengiriman amunisi penting, ratusan sistem roket peluncur ganda berpemandu, serta senjata antitank dan kemampuan lainnya.
Memutus kontrak yang sudah ada dengan industri mungkin juga mengharuskan AS membayar sejumlah biaya pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada perusahaan-perusahaan yang sudah mulai memenuhi pesanan.
Sebelumnya, AS dan Ukraina dijadwalkan menandatangani kesepakatan yang akan mengizinkan AS memperoleh sebagian besar pendapatan sumber daya alam di masa depan dari negara yang dilanda perang tersebut, tetapi kesepakatan itu tampaknya gagal setelah pertemuan di Ruang Oval, Jumat (28/2/2025) lalu.
(bbn)





























