Logo Bloomberg Technoz

Ketegangan ini terjadi di tengah negosiasi awal antara Israel dan Hamas mengenai perpanjangan gencatan senjata di Gaza, yang dijadwalkan berakhir pada awal Maret. Amerika Serikat berharap gencatan senjata enam minggu ini bisa diperpanjang menjadi kesepakatan permanen, meskipun Israel menyatakan berhak kembali berperang jika diperlukan.

Pihak Israel menegaskan bahwa jenazah yang diserahkan Hamas bukanlah milik Bibas, melainkan seorang perempuan asal Gaza yang tidak termasuk dalam sekitar 80 sandera yang masih ditahan di wilayah tersebut.

Sementara itu, tiga jenazah lain yang dikembalikan Hamas—anak laki-laki Bibas yang berusia empat tahun dan bayi, serta seorang pria berusia 80-an tahun—telah diidentifikasi oleh Israel. Netanyahu menyatakan bahwa sisa-sisa tubuh mereka menunjukkan bahwa mereka telah dibunuh dalam minggu-minggu awal perang.

Hamas selama ini bersikeras bahwa para sandera tewas akibat serangan udara Israel. Meski pihak Israel mengakui ada beberapa kasus kematian sandera akibat serangan militer mereka sendiri, namun di beberapa kejadian lainnya, mereka menemukan tanda-tanda tembakan dari senjata ringan yang menunjukkan eksekusi oleh Hamas.

Israel bertekad akan "terus bekerja dengan penuh tekad" untuk membawa pulang jenazah Shiri Bibas, kata Netanyahu.

Sementara itu, Hamas dijadwalkan akan membebaskan enam sandera yang masih hidup pada Sabtu (22/2/2025).

Sejak perang antara Israel dan Hamas meletus di Gaza pada Oktober 2023, tingkat kekerasan di Tepi Barat meningkat tajam, dengan jumlah korban tewas yang terus bertambah.

Sekitar satu bulan lalu, Israel meluncurkan operasi keamanan besar-besaran di Tepi Barat dengan dalih menindak kelompok militan Hamas dan Jihad Islam, yang keduanya telah dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat.

(bbn)

No more pages