Program-program yang dijanjikan Prabowo semasa kampanye dinilai akan memakan anggaran sangat besar di kala penerimaan negara masih mengawang-awang, terutama ketika harga komoditas cenderung tertekan.
Kini, setelah resmi menjabat, berbagai kebijakan populis Presiden Prabowo juga menuai tanda tanya akan prospek kedisiplinan fiskal pemerintah.
Penerapan pemangkasan anggaran mungkin akan terbukti menantang dan mengejar keuntungan dari efisiensi terlihat terlalu ambisius, menurut Kunal Kundu, Ekonom Societe Generale SA, dilansir dari Bloomberg.
"Kami melihat kemungkinan bahwa kehati-hatian akan terabaikan seiring belanja populis menjadi pusat perhatian," kata Kundu.
Pembatalan PPN, misalnya, telah membuat para pengelola dana global merevisi perkiraan defisit fiskal Indonesia untuk tahun ini juga tahun depan.
Mempertahankan target fiskal sejatinya adalah kunci untuk mempertahankan kepercayaan investor dan mendukung stabilitas ekonomi RI pada tahun-tahun mendatang, menurut Anders Faergemann, co-Head of Emerging market Global Fixed Income di Pinebridge Investments di London, dilansir dari Bloomberg.
Pemerintah RI menargetkan defisit APBN 2025 sebesar 2,5% dari Produk Domestik Bruto. Undang-Undang di Indonesia membatasi batas rasio utang terhadap PDB maksimal sebesar 3%.
Sentimen bunga acuan
Dalam sebulan terakhir, seperti dicatat data Bloomberg, semua tenor SUN mencatat penurunan imbal hasil, mengindikasikan kenaikan harga obligasi.
Itu terutama karena terpicu penurunan BI rate pada Januari lalu sebesar 25 basis poin. Juga, penurunan tingkat bunga diskonto instrumen moneter bank sentral, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang sudah cukup dalam hingga ke level 6,4% dalam lelang terakhir pekan lalu.
Penurunan yield terdalam dicatat tenor pendek 1Y, yaitu mencapai 52,3 basis poin dalam sebulan terakhir ke level 6,252%. Sementara tenor 2Y turun 48,7 basis poin ke level 6,381%.
Adapun tenor menengah 5Y sudah terpangkas 37,9 basis poin yield-nya 6,534%. Lalu, tenor 10Y turun 35 basis poin di level 6,784%. Dan tenor 20Y serta 30Y, dalam sebulan terakhir mencatat penurunan yield masing-masing 33,9 basis poin dan 20,5 basis poin.
Sementara itu, kinerja rupiah cenderung tertekan di mana sejak Presiden Prabowo menghuni istana, mata uang Indonesia sudah tergerus 5,11%, menjadi valuta dengan pelemahan terdalam di Asia.
Pelemahan rupiah, sebagian besar adalah karena tergulung fenomena strong dollar di seluruh dunia terutama ketika Donald Trump kembali terpilih sebagai Presiden AS, dengan sejumlah kebijakannya yang mengusung proteksionisme.
(rui)



























