Dalam paparannya, Toto menuturkan saat ini terdapat dua subholding di bawah IBC, yakni Battery Material Sub-Holding yang membawahi beberapa perusahaan join venture (JV), yakni mining, smelting-refinery, precursor-cathode, dan recycling.
Kemudian IBC Downstream "OpCo" Sub-Holding yakni membawahi perusahaan GESITS, battery cell-to-pack, battery as a service (BaaS) seperti fasilitas swap battery, dan perusahaan hilir baterai listrik yang potensial lainnya.
“Banyak sekali material-material yang kita bisa optimalkan untuk membuat bukan komponen baterai saja, ataupun hal-hal yang terkait kritikal raw materials, itu hal yang kritikal bisa kita eksekusikan,” imbuhnya.
IBC sendiri merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di ekosistem Battery Electric Vehicle (BEV) dan Electric Vehicle (EV), yang sahamnya dipegang oleh PT Antam (Persero), PT Inalum (Persero), PT Pertamina New & Renewable Energy, dan PT PLN (Persero) dengan masing-masing saham sebesar 25%.
(ain)





























