Dalam rekaman audio yang diperoleh tim, Shedd mengatakan, “[Proyek] lain yang sedang saya coba garap adalah tempat terpusat untuk kontrak sehingga kami dapat menjalankan analisis terhadapnya.”
Dirinya juga menambahkan bahwa proyek ini bukan hal baru, tetapi pendekatan yang berbeda adalah bagaimana sistem ini akan dikembangkan secara internal dengan lebih cepat.
Menurut salah satu sumber, sebelumnya, GSA sempat berdiskusi dengan Google mengenai penggunaan AI Gemini, tetapi akhirnya memutuskan bahwa sistem tersebut tidak memenuhi kebutuhan spesifik DOGE.
Sementara chatbot seperti ChatGPT dan Gemini telah banyak diadopsi oleh perusahaan di AS untuk berbagai keperluan, pemerintahan Biden sebelumnya menginstruksikan staf federal agar berhati-hati dalam mengadopsi teknologi baru.
Namun, Donald Trump kini mengambil pendekatan berbeda, dengan menyingkirkan hambatan regulasi agar AS bisa mencapai “dominasi AI global.”
Menanggapi arahan ini, tim Elon Musk telah bergerak cepat dalam beberapa pekan terakhir untuk menerapkan lebih banyak teknologi AI dalam pemerintahan federal.
Kontroversi dan Tantangan Regulasi
Perubahan kebijakan ini menimbulkan perdebatan. Para pendukung Donald Trump menyambut baik langkah modernisasi ini, sementara pegawai federal, serikat buruh, anggota Kongres dari Partai Demokrat, dan kelompok masyarakat sipil mengkritiknya. Beberapa pihak menilai kebijakan ini berpotensi melanggar konstitusi.
Meski DOGE belum mengeluarkan pernyataan resmi, timnya diam-diam menghentikan peluncuran setidaknya satu AI Tool generatif minggu ini, menurut dua sumber yang mengetahui proyek tersebut. Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan terkait hal ini.
Dalam beberapa minggu terakhir, tim Elon Musk juga telah melakukan pemangkasan biaya di seluruh pemerintahan AS. Kantor Manajemen Personalia—kini dipenuhi loyalis Elon Musk—mendorong pegawai federal untuk mengundurkan diri jika mereka menolak bekerja di kantor lima hari dalam seminggu serta menuntut mereka berkomitmen pada budaya “loyalitas dan keunggulan.”
Inisiatif AI DOGE ini memang sejalan dengan upaya mengurangi anggaran federal dan mempercepat proses pemerintahan.
Dengan demikian, Chatbot GSAi diharapkan memberikan manfaat serupa, seperti membantu pegawai menyusun memo lebih cepat. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada apakah teknologi ini dapat memenuhi standar keamanan yang ditetapkan pemerintah.
Selain chatbot, DOGE mengembangkan "agen pengkodean AI" untuk membantu insinyur perangkat software dalam menulis, mengedit, dan menganalisis kode dengan lebih efisien.
Salah satu alat yang sedang dipertimbangkan adalah Cursor, asisten pengkodean yang dikembangkan oleh Anysphere, sebuah startup dengan deretan investor besar di belakangnya, seperti Thrive Capital dan Andreessen Horowitz—dua perusahaan yang memiliki hubungan dengan Trump.
Joshua Kushner, mitra pengelola Thrive, yang juga dikenal sebagai saudara dari menantu Trump, Jared Kushner, bersama Marc Andreessen, salah satu pendiri Andreessen Horowitz, dilaporkan telah memberikan masukan kepada Trump mengenai kebijakan teknologi dan energi.
Meskipun GSA awalnya menyetujui penggunaan Cursor, mereka kemudian menarik kembali persetujuan tersebut untuk tinjauan lebih lanjut.
Kini, DOGE tengah mempertimbangkan penggunaan GitHub Copilot milik Microsoft, asisten pengkodean AI yang paling terkenal saat ini, menurut sumber lain yang mengetahui proses tersebut.
(wep)






























