Logo Bloomberg Technoz

Beberapa produsen di Meksiko telah mengantisipasi kebijakan ini dengan meningkatkan impor suku cadang dan kendaraan lebih awal. Namun, menurut Guillermo Rosales, Presiden Asosiasi Distributor Otomotif Meksiko (AMDA), dampak jangka panjang masih belum dapat dipastikan. "Segalanya tergantung pada langkah yang akan diambil pemerintahan Trump dalam masalah ini," katanya.

Asosiasi otomotif Meksiko menyatakan bahwa kebijakan ini "melemahkan industri yang paling terintegrasi di Amerika Utara" dan mempertaruhkan daya saing kawasan secara keseluruhan.

Meskipun tarif Trump mengancam industri otomotif Meksiko, beberapa produsen seperti BMW tetap melanjutkan investasinya. BMW menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan mengganggu rencana investasi senilai 800 juta euro untuk fasilitas baterai baru di dekat pabriknya di San Luis Potosi, yang akan digunakan untuk produksi kendaraan listrik Neue Klasse pada 2027.

"BMW Group tidak mendasarkan keputusan strategis jangka panjangnya pada kebijakan politik atau insentif politik," kata juru bicara perusahaan.

Suku cadang kendaraan sering kali melintasi perbatasan AS beberapa kali selama proses produksi, sehingga tarif ini akan semakin membebani industri yang sangat bergantung pada rantai pasok dari tiga negara tersebut. Menurut analis Wolfe Research, harga rata-rata mobil baru diperkirakan akan meningkat sekitar US$3.000 akibat tarif ini, menambah beban bagi konsumen yang sudah menghadapi harga kendaraan mendekati rekor tertinggi.

"Ini akan berdampak besar," ujar Aruna Anand, CEO bisnis Amerika Utara Continental AG, pemasok suku cadang otomotif. "Pertanyaannya, siapa yang akan menanggung beban harga ini? Apakah kami mampu menanggungnya, atau justru akan dibebankan kepada konsumen?"

'Kota Hantu'

Sejak Trump menegosiasikan ulang perjanjian perdagangan bebas antara AS, Kanada, dan Meksiko pada masa jabatan pertamanya, produsen otomotif di ketiga negara harus memenuhi persyaratan ketat terkait kandungan suku cadang buatan Amerika Utara. Namun, tarif baru ini mengacaukan perjanjian tersebut, yang seharusnya ditinjau ulang tahun depan.

Dampak tarif ini diperkirakan akan terasa langsung di pusat-pusat industri otomotif seperti Windsor, Ontario, Detroit, serta berbagai negara bagian di Meksiko.

"Kita berbicara tentang ribuan pekerjaan yang akan hilang," ujar John D’Agnolo, Presiden serikat pekerja lokal yang mewakili karyawan Ford di pabrik mesin Windsor. "Jika kami kehilangan bisnis ini, Windsor akan menjadi kota mati."

Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, memperingatkan bahwa lebih dari 500.000 pekerjaan di provinsi tersebut berisiko hilang, terutama di sektor otomotif.

Para analis menilai bahwa memenuhi keinginan Trump untuk memproduksi semua suku cadang di AS adalah tantangan besar. Dalam kampanyenya, Trump menjanjikan bahwa kebijakan proteksionis ini akan membawa kembali lapangan kerja ke AS, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi defisit perdagangan. Namun, para ahli memperingatkan bahwa perubahan rantai pasok ini bisa memakan waktu bertahun-tahun dan tidak serta-merta menciptakan lapangan kerja baru.

General Motors (GM), produsen mobil terbesar di AS, menegaskan tidak akan mengubah produksi kecuali jika keputusan tersebut masuk akal dalam jangka panjang.

"Kami bekerja sama dengan rantai pasokan, jaringan logistik, dan pabrik perakitan kami agar siap menghadapi dampak jangka pendek," ujar CEO GM, Mary Barra, kepada para analis pada 28 Januari lalu. "Namun, kami tidak akan mengeluarkan investasi besar tanpa kejelasan."

GM saat ini mengimpor Chevrolet Equinox EV dan Blazer EV dari pabriknya di Ramos Arizpe, Meksiko, serta memproduksi truk pikap besar di Silao. CFO GM, Paul Jacobson, mengatakan bahwa perusahaan telah mengurangi inventaris di Kanada dan Meksiko sebagai langkah antisipasi dan mempercepat pengiriman kendaraan sebelum tarif diberlakukan.

Impor China

Di Meksiko, tarif ini diperkirakan akan menghambat pertumbuhan industri suku cadang otomotif yang sebelumnya diproyeksikan tumbuh 2% tahun ini, kata Francisco González, Presiden Asosiasi Industri Suku Cadang Otomotif Nasional Meksiko (INA).

"Industri otomotif tidak bisa menyesuaikan diri dengan keputusan seperti ini dalam waktu singkat," ujarnya.

Beberapa pemasok memperkirakan bahwa margin keuntungan mereka, yang hanya sekitar 2% hingga 10%, bisa langsung terhapus dengan tarif tambahan sebesar 25%.

Produsen mobil terbesar di Meksiko. (Sumber: Bloomberg)

Selain kekhawatiran soal perdagangan narkoba dan imigrasi, Trump juga menuding China memanfaatkan Meksiko sebagai jalur belakang untuk memasukkan barang murah ke AS. Sejak pemilu AS, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum telah menerapkan tarifnya sendiri untuk barang impor murah dari Asia dan fokus pada produksi lokal. Ia juga berjanji akan membalas kebijakan tarif AS.

Francisco González menilai kekhawatiran bahwa suku cadang mobil China masuk ke AS melalui Meksiko terlalu dibesar-besarkan, mengingat kurang dari 3% komponen yang dijual di Meksiko berasal dari China. Meski demikian, pemasok kini mulai mencari alternatif untuk komponen buatan Asia.

Pemerintah Kanada telah mengumumkan tarif balasan sebesar 25% terhadap barang-barang AS senilai C$155 miliar. Perdana Menteri Justin Trudeau yang akan segera lengser berupaya mengamankan investasi dalam produksi kendaraan listrik di Ontario, menarik perusahaan seperti Honda dan Volkswagen untuk berinvestasi miliaran dolar di sektor baterai dan perakitan kendaraan di kawasan tersebut.

Kanada memiliki hubungan perdagangan otomotif dengan AS sejak 1920-an, ketika Henry Ford mulai memproduksi Model T di sisi perbatasan Kanada. Meskipun produksi kendaraan di Kanada menurun drastis sejak tahun 2000, industri pemasok suku cadangnya tetap bertahan.

Namun, tarif baru ini mengancam kelangsungan banyak bisnis. Jonathon Azzopardi, CEO Laval Tool, produsen suku cadang otomotif di Windsor, mengatakan bahwa tarif ganda atas bahan baku dan produk jadi akan membuat perusahaannya tidak kompetitif.

"Kami akan membayar tarif untuk baja yang masuk dari AS, lalu membayar tarif lagi saat produk jadi kami dikirim kembali ke AS," ujarnya. "Itu akan membuat kami kehilangan bisnis."

Pada awal tahun 2022, pekerja industri otomotif di Windsor, Kanada, sempat mengalami langsung dampak terganggunya rantai pasokan antara Kanada dan Amerika Serikat. Saat itu, pengunjuk rasa yang menentang aturan karantina wilayah Covid-19 Kanada memblokir akses ke Jembatan Ambassador, jalur utama perdagangan antara kedua negara.

“Dalam waktu 24 jam setelah suku cadang tidak dapat melewati perbatasan di kedua arah, produksi mobil berhenti di Ontario, Michigan, Texas, dan Missouri,” ungkap Flavio Volpe, Presiden Asosiasi Produsen Suku Cadang Otomotif Kanada (APMA).

Kini, dengan tarif baru yang diberlakukan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, gangguan terhadap industri otomotif diperkirakan akan terjadi kembali. Michael Robinet, Wakil Presiden Strategi Prakiraan di S&P Global Mobility, memperingatkan bahwa produsen mobil kemungkinan besar akan segera memangkas produksi setelah tarif diberlakukan.

"Jika mereka tetap memproduksi kendaraan dalam jumlah yang sama, maka kendaraan-kendaraan tersebut berisiko dikirim ke AS hanya untuk diparkir di gudang atau dealer, sementara konsumen menunggu tarif ini berakhir," jelas Robinet.

Menurutnya, baik produsen mobil maupun pemasok suku cadang kemungkinan akan menunda produksi kendaraan yang terkena tarif tinggi. "Kami memperkirakan produksi dan penjualan akan turun," tambahnya.

(bbn)

No more pages