Logo Bloomberg Technoz

Secara teknikal dengan perspektif bulanan (monthly time frame), emas mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 77,16.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun hati-hati, RSI di atas 70 juga menjadi sinyal sudah jenuh beli (overbought).

Adapun indikator Stochastic RSI ada di 76,82. Menempati area beli (long) yang sangat kuat.

Namun dengan kenaikan yang sudah lumayan tinggi, ada kemungkinan harga emas akan mengalami koreksi pada Februari. Bisa jadi masuk fase konsolidasi.

Target support ada di US$ 2.691/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.534/troy ons boleh menjadi target selanjutnya.

Sedangkan target resisten ada di US$ 2.838/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi mendongkrak harga emas ke arah US$ 2.848/troy ons.

Penyebab Kenaikan Harga Emas

Perhatian investor kini tertuju ke Amerika Serikat (AS). Pemerintahan Presiden Donald Trump berencana memberlakukan kenaikan tarif bea masuk sebesar 25% terhadap produk impor dari Kanada dan Meksiko. Plus tarif bea masuk 10% terhadap produk impor asal China.

Risiko perang dagang  kembali mengemuka. Jika terjadi, maka arus perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global akan merasakan akibatnya.

Donald Trump berpidato di World Economic Forum (WEF) 2025, Davos, Swiss, Kamis (23/1/2025)./Bloomberg-Stefan Wermuth

Emas dikenal sebagai aset yang dipandang aman alias safe haven asset. Saat situasi sedang penuh ketidakpastian, investor condong berburu emas untuk mencari selamat.

“Kami melihat ada risiko volatilitas terkait tarif bea masuk, dan hari ini terlihat di pasar. Perlu dinanti bagaimana pasar merespons isu ini dalam jangka panjang. Namun secara umum, pekan ini menjadi pertanda bahwa kejadian yang tidak terduga akan dengan cepat mengubah persepsi pasar,” jelas Daniel Skelly dari Morgan Stanley Wealth Management Market Research & Strategy Team. seperti dikutip dari Bloomberg News.

“Pelaku pasar sudah memasukkan faktor tarif bea masuk dalam perhitungan mereka. Namun selalu ada kemungkinan Trump akan melakukan lebih dari apa yang diperkirakan,” tambah Gilles Guibout dari AXA IM, juga diwartakan Bloomberg News.

(aji)

No more pages