Putusan tarif ini diantisipasi dengan cermat oleh pasar, pemimpin bisnis, dan politik yang telah mengamati setiap kata dan tindakannya untuk setiap indikasi apakah ia akan menindaklanjuti ancamannya atau hanya menggunakannya sebagai titik awal untuk negosiasi perdagangan.
Leavitt, saat dibanjiri pertanyaan mengenai apakah tarif akan benar-benar berlaku pada Sabtu, menegaskan bahwa tarif akan mulai berlaku pada 1 Februari.
"Jika presiden sewaktu-waktu memutuskan mencabut tarif tersebut, saya serahkan keputusan itu kepadanya. Namun, mulai besok, tarif itu akan berlaku," katanya. Ia menolak untuk mengatakan apakah akan ada pengecualian untuk barang-barang yang tercakup dalam tarif tersebut.
Menurut narasumber yang mengetahui masalah ini, Kepala Perbatasan AS Tom Homan dijadwalkan untuk berbicara dengan pejabat Kanada pada Jumat.
Tarif itu akan menandai gelombang pertama pungutan perdagangan pada masa jabatan baru Trump dan dampaknya akan meluas hingga ke luar Kanada dan Meksiko. Pasalnya negara-negara lain bersiap menghadapi kemungkinan mereka akan menjadi target selanjutnya dan karena bisnis-bisnis AS menanti potensi tindakan balasan.
Janji kampanye Trump ialah memberlakukan tarif besar-besaran di luar negeri sebagai bagian dari agenda ekspansif yang bertujuan untuk membentuk kembali ekonomi AS dan hubungannya dengan negara-negara lain.
Namun, dua pekan pertama masa jabatannya memicu ketidakpastian apakah ia akan menindaklanjutinya, di mana beberapa pemimpin berspekulasi ancaman Trump hanya untuk memberinya pengaruh.
Trump juga telah memerintahkan laporan yang akan dirilis pada 1 April, tentang masalah perdagangan dan tarif secara keseluruhan, yang bisa membuatnya memicu pungutan baru atau keluar dari pakta perdagangan kontinental yang dinegosiasi ulang dengan Kanada dan Meksiko pada masa jabatan pertamanya. Perjanjian tersebut akan ditinjau kembali pada tahun 2026.
Trump juga menjanjikan tarif sektoral, seperti untuk obat-obatan, cip semikonduktor, baja, aluminium, dan tembaga, yang bisa berlaku secara luas di banyak negara. Ia pun telah memerintahkan pemerintahannya untuk menyelidiki apakah China mematuhi kesepakatan perdagangan yang dicapai pada periode pertamanya, yang menjadi landasan bagi tarif terhadap negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Tarif 25% Trump terhadap dua mitra dagang utama dan pasar ekspor AS mengancam akan menimbulkan konsekuensi ekonomi yang dramatis dan berpotensi memicu perang dagang, yang melemahkan perlindungan dari perjanjian perdagangan bebas AS-Meksiko-Kanada. Awal pekan ini, Trump menyatakan tarif 25% bisa menjadi acuan dan tarif bisa saja meningkat.
Dalam 11 bulan pertama tahun 2024, perdagangan AS dengan Kanada mencapai US$699 miliar dan US$776 miliar dengan Meksiko.
Para ekonom memperingatkan bahwa perang dagang akan meningkatkan biaya bahan impor yang digunakan oleh produsen AS, menaikkan harga bagi konsumen Amerika, dan mengalihkan atau mengurangi arus perdagangan.
Tarif 25% yang ditetapkan Trump untuk negara-negara Amerika Utara kemungkinan besar akan berdampak besar pada sektor-sektor tertentu, seperti industri otomotif dan energi.
(bbn)





























