"Masih banyak lagi kalibrasi ulang yang akan datang dalam perdagangan AI," ujar Gareth Nicholson, kepala investasi di Nomura Singapore Ltd. "Kami akan melihat lebih banyak rotasi dan itu membuat kami semakin bullish, meskipun kami membutuhkan sedikit tenaga untuk keluar dari sistem guna membangun momentum yang lebih kuat ke depan."
Terlepas dari aksi jual saham teknologi minggu ini, bursa Asia masih ada di jalur kenaikan bulanan pertama dalam empat bulan terakhir karena kekhawatiran atas tarif Presiden Donald Trump mereda setelah ia menunda pemberlakuan pungutan terhadap China sejauh ini. Namun, rotasi keluar dari perdagangan AI yang populer di kawasan ini terus membebani prospek.
Bursa saham Australia dan AS naik tipis, sebagian mencerminkan laporan keuangan Apple yang kuat, mengangkat saham produsen iPhone itu. Harga saham Intel Corp juga naik setelah melaporkan pendapatan kuartal IV-2024 lebih baik dari proyeksi.
Samsung "meleset dari konsensus, terutama divisi semikonduktor," kata SK Kim, direktur eksekutif dan analis Daiwa Securities, saat berbicara di Bloomberg Television. "Dalam hal semikonduktor, Samsung memiliki eksposur yang lebih tinggi ke China dan mereka juga memasok cip AI ke pelanggan China."
Treasury turun setelah mengakhiri sesi Kamis dengan sedikit perubahan. Indikator inflasi yang disukai The Fed, indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), akan dirilis malam ini dan diperkirakan akan menunjukkan sedikit percepatan kenaikan harga.
"PCE Jumat mungkin akan menunjukkan bahwa inflasi masih tinggi dan di atas target The Fed. Itu terjadi pada saat pasar sangat gelisah terkait trifecta isu-isu lain, termasuk ketidakpastian teknologi, AI, dan Federal Reserve," kata Carol Schleif di BMO Private Wealth.
Harga emas stabil setelah menyentuh rekor tertinggi dan diperdagangkan sekitar US$2.795 per ons pada Jumat. Bulan ini merupakan yang terbaik sejak Maret. Harga minyak juga menguat, di mana West Texas Intermediate ada di sekitar US$73 per barel.
Di pasar valuta asing, mata uang Meksiko dan Kanada merosot pada Kamis setelah Presiden Donald Trump mengatakan akan menindaklanjuti ancamannya untuk mengenakan tarif 25% pada impor dari kedua negara tersebut paling cepat Sabtu (1/2/2025).
Trump menyebut aliran fentanil dan defisit perdagangan yang besar sebagai salah satu alasannya. Dia juga menegaskan kembali kemungkinan pungutan terhadap China.
Di sisi lain, indeks dolar berada di jalur yang tepat untuk minggu terbaiknya dalam tujuh minggu terakhir, meskipun masih turun untuk bulan ini karena investor menunggu kabar tarif Trump.
Yen berfluktuasi sekitar level 154 per dolar usai naik pada Kamis, menyusul komentar Deputi Gubernur Bank of Japan Ryozo Himino yang menegaskan kembali pandangannya bahwa bank sentral akan terus mengerek suku bunga tahun ini.
(bbn)





























